Ditargetkan Tuntas 2024, Pengerjaan Jalan Tol Serang-Panimbang Menantikan Dana Pinjaman China

News

Pemerintah menargetkan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang bisa selesai secara keseluruhan pada 2024 mendatang.

Oleh karena itu, Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 Cileles-Panimbang yang saat ini masih menunggu persetujuan pendanaan pinjaman dari China diharapkan April 2022 ini sudah dapat ditandatangani dan diterbitkan SPMK konstruksinya agar dapat dimulai konstruksinya dalam waktu dekat. Pasalnya, hal ini membuat progress pengerjaan Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles tidak dapat dipercepat.

Walaupun tidak dilakukan percepatan, Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Serang Panimbang Giri menyebut progress Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 2 sampai dengan Maret 2022 telah mencapai 23,31 persen dan masih berstatus on going. Progress kemajuan dari proyek ini disesuai dengan target penyelesaian Seksi 3 pada 2024 lantaran sebelumnya Anggota BPJT Kementerian PUPR Koentjahjo Pamboedi menargetkan seksi 2 dan 3 bisa beroperasi bersamaan di semester 1 dan 2 tahun 2024.

Untuk itu, Seksi 3 yang merupakan porsi pemerintah diharapkan bisa semakin mempercepat pengadaan tanah agar dapat segera terselesaikan secara bersamaan dengan seksi 2.

Giri menjelaskan pengerjaan Seksi 3 saat ini progress fisik masih belum berjalan karena masih menunggu surat perintah mulai kerja dari Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Banten.

Lantaran, Ditjen Bina Marga akan segera menerbitkan surat perintah mulai kerja setelah perjanjian pinjaman dan kesepakatan dengan CEXIM ditandatangani pada bulan ini.

Giri menjelaskan beroperasinya seksi 2 mampu meningkatkan volume lalu lintas Jalan Tol Serang-Panimbang dengan proyeksi sebesar 7.198 kendaraan per hari.

Namun, realisasi Jalan Tol Serang-Panimbang sampai dengan saat ini dinilai masih dibawah harapan yang ada. Pasalnya, sejak dioperasikan Seksi 1 Jalan Tol Serang-Panimbang pada 16 November 2021, realisasi volume lalu lintas yang tercatat pada 2021 adalah 6.400 kendaraan per hari atau dibawah proyeksi yang ditetapkan sebanyak 8.339 kendaraan per hari.

Jalan Tol Serang-Panimbang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional Jalan Tol yang akan terhubung dengan ruas tol Tangerang – Merak yang merupakan bagian dari Trans Jawa untuk mendukung jalur distribusi logistik. Nantinya jalan tol tersebut akan terhubung dengan Tanjung Lesung yang merupakan Kawasan Ekonomi Khusus untuk pariwisata.

Pengusahaan Jalan Tol Serang – Panimbang dilaksanakan oleh PT WIKA Serang Panimbang selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol Serang – Panimbang pada 22 Februari 2017 dengan biaya investasi sebesar Rp8,58 Triliun.

Untuk Seksi 1 dan 2 mulai dari Serang-Cileles sepanjang 50,67 kilometer merupakan porsi BUJT. Sedangkan untuk Seksi 3 mulai dari Cililes – Panimbang sepanjang 33 km merupakan porsi pemerintah.

“Seksi 3 tersebut telah mendapatkan dukungan pendanaan loan China, kontraktornya sudah mendapatkan hasil pelelangan, dan persetujuan hasil proses loan tinggal menunggu persetujuan penandatanganan diharapkan pada April 2022 sudah dapat ditandatangani dan diterbitkan SPMK konstruksinya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengatakan bahwa pemerintah juga mendorong penyelesaian Jalan Tol Serang-Panimbang dan memastikannya dapat selesai guna mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banten untuk membuka konektivitas ke daerah wisata dan industri.

Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi Wilayah Banten Tengah dengan Banten Selatan yang secara geografis berdekatan dengan DKI Jakarta serta memberikan kemudahan dan efisiensi waktu perjalanan seperti dari Jakarta menuju obyek wisata Tanjung Lesung.

Back to top button