Mengenal BRT Mebidang, Transportasi Publik Terintegrasi di Kawasan Metropolitan Sumatera Utara

HeadlineNews

BRT Mebidang On Corridor merupakan proyek  pengembangan transportasi publik massal wilayah Medan – Binjai – Deli Serdang. BRT Mebidang hadir untuk memberikan transportasi publik dengan jalur khusus, kepastian waktu kedatangan, dan sistem yang tertata.

BRT Mebidang merupakan bagian dari program Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN), yang bertujuan menyediakan layanan angkutan umum yang cepat, tertib, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Pekerjaan utama MRT di bidang adalah Paket Jalur On Corridor, yaitu pembangunan dan penataan jalur utama BRT di koridor jalan kota. Melalui jalur On Corridor, nantinya stasiun  akan berada di tengah atau median jalan. Penumpang dapat berpindah arah layanan dengan lebih mudah melalui platform yang sama tanpa harus menyeberang jalan kembali. Model stasiun seperti ini mengurangi kebutuhan lahan, menekan biaya konstruksi, dan meminimalkan konflik antara bus dengan kendaraan yang berhenti.

BRT Mebidang akan memiliki jalur khusus sepanjang sekitar 21 km dan 30 stasiun BRT pada koridor utama. Dari 21 km tersebut, 80% panjang jalur memiliki dedicated bus lane dengan beton pembatas yang berguna sebagai pembatas antara jalur bus dengan jalur kendaraan pribadi.

Dok. brtmebidang.co.id

Sebanyak 12 koridor akan difasilitasi BRT pada tahap awal operasional. Dari jumlah tersebut, 10 koridor berada di wilayah Kota Medan dan dua koridor lainnya berada di kawasan Mebidang. Kedua koridor ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

BRT Mebidang akan menggunakan bus listrik sebagai armada utama dalam melayani mobilitas masyarakat. Pembangunan BRT Mebidang terbagi menjadi tiga zona, yaitu Zona Amplas, Zona Kota, Zona Pinang Baris. Direncanakan dapat beroperasi pada akhir tahun 2026, PT. PP (Persero) Tbk sebagai kontraktor utama terus memaksimalkan pengerjaan Proyek Strategis Nasional ini

Dok. brtmebidang.co.id

Teknologi digital seperti LiDAR (Light Detection and Ranging) dan SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) juga telah digunakan untuk meningkatkan akurasi pengukuran dan pemetaan proyek sehingga memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi koridor yang akan dilalui layanan BRT. Data tersebut kemudian dapat diintegrasikan ke dalam Building Information Modeling (BIM) sebagai model digital yang mendukung proses perencanaan proyek.

BRT Mebidang yang sudah memulai pembangunannya ini, memberikan angin segar bagi masyarakat perkotaan di wilayah Sumatera Utara. Masyarakat akan memiliki jaringan transportasi publik yang terintegrasi dan diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan metropolitan.

Back to top button