Setelah 28 Tahun Menanti, Proyek Tol Dalam Kota Bandung Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional. Apa Langkah Selanjutnya ?

HeadlineNews

Proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) telah resmi menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).

Proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung resmi menjadi salah satu dari 14 PSN Baru di Tahun 2024 yang diusulkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian dan direstui oleh Presiden Jokowi pada Senin, 18 Maret 2024.

Sebagaimana informasi yang dikutip dari laman databoks katadata, disebutkan bahwa ada sebanyak 14 PSN Baru pada Tahun 2024 ini di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK) Tropical Concept, Provinsi DKI Jakarta
  • Pengembangan Jalan Tol di Section Harbour Road II, Provinsi DKI Jakarta
  • Pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat
  • Kawasan Industri Patimban Industrial Estate Subang, Provinsi Jawa Barat
  • Pengembangan Kawasan Pesisir Surabaya Waterfront, Provinsi Jawa Timur
  • Pengembangan Kawasan Terpadu di Bumi Serpong Damai (BSD), Provinsi Banten
  • Pengembangan Kawasan Neo Energy Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah
  • Pengembangan Kawasan Industri Neo Energy Parimo Industrial Estate, Provinsi Sulawesi Tengah
  • Pengembangan Kawasan Industri Giga Industrial Park, Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Pengembangan Kawasan Industri Kolaka Resource, Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Pengembangan Kawasan Industri Stargate Astra, Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Pengembangan Kawasan Industri Toapaya Bintan, Kep. Riau, Provinsi Sumatera
  • Pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Pulau Galang, Kep. Riau, Provinsi Sumatera
  • Proyek North Hub Development Project Lepas Pantai, Provinsi Kalimantan Timur

Usai disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai PSN, Rencana Pembangunan Proyek Jalan Tol Dalam Kota Bandung atau Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) pun akhirnya dikabarkan akan kembali segera dilanjutkan setelah sempat tertunda atau mengkrak selama 17 tahun lamanya.

Mengenai proyek tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sebelumnya juga sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, pada Rabu, 13 Maret 2024.

Dimana dalam pertemuannya tersebut, Basuki mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Menkeu Sri Mulyani telah membahas susunan ulang kajian studi kelayakan (feasibility study) atas proyek BIUTR.

Basuki menjelaskan penyusunan ulang kajian studi kelayakan (feasibility study) atas proyek BIUTR tersebut dilakukan karena adanya sejumlah perubahan pembebasan lahan hingga besaran anggaran.

Kemudian penyusunan ulang kajian studi tersebut juga dilakukan karena adanya perubahan pemrakarsa yang awalnya direncanakan akan digarap dengan skema unsolicited menjadi solicited atau diinisiasi langsung oleh pemerintah.

Sebagai informasi, Ide pembangunan Jalan Tol Dalam Kota Bandung sudah tercetus sejak tahun 1996 silam dan bahkan sudah direncanakan bersama dengan Hutama Karya dengan biaya kurang lebih Rp500 miliar sebagaimana informasi yang dikutip dari laman Wikipedia.

Berdasarkan laporan survei persiapan BIUTR yang diterbitkan Japan International Cooperation Agency (JICA) 2009 lalu, pembangunan jalan tol ini dilakukan lantaran peningkatan kapasitas jalan diperlukan seiring dengan laju urbanisasi yang pesat di Kota Bandung.

Dan di samping itu, Jalan bebas hambatan ini juga diperlukan untuk mendukung kawasan Gedebage yang dicanangkan sebagai wilayah pengembangan baru.

BIUTR akan dibangun dari bilangan Pasteur menuju Cileunyi, menyusuri Jalan PHH Mustofa, Jalan A.H Nasution, hingga berujung di Jalan Raya Bandung – Sumedang di Cileunyi.

Tak hanya sampai di situ, Jalan tol ini rencananya juga akan bercabang di bilangan Ujung Berung menuju Gedebage yang nantinya akan terhubung langsung dengan jalan tol Padalarang – Cileunyi.

Back to top button