Jalur Lembah Anai Pulih 100 Persen, Rehabilitasi Rp460 Miliar Hadirkan Desain Teknis Baru

HeadlineNews

Kawasan Jalan Nasional, Jalur Lembah Anai kini telah berfungsi penuh setelah diterjang serangkaian bencana alam yang melanda Sumatera Barat. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi pada ruas jalan yang terdampak. Sejak Senin (27/07/2026 ), jalur Lembah Anai telah dibuka untuk semua jenis kendaraan.

Mengutip unggahan Instagram resmi milik Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumatera Barat, pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi dampak bencana alam longsor dan banjir bandang pada kawasan Lembah Anai telah selesai dan resmi dibuka untuk segala jenis kendaraan. BPJN Sumatra Utara juga mengimbau pengguna jalan untuk tetap berkendara dengan hati-hati.

Jalur Lembah Anai merupakan salah satu koridor transportasi utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi. Pemulihan akses merupakan langkah penting bagi mobilitas masyarakat.

Dok. hutamakarya.com

Jalur Lembah Anai telah 2 kali lumpuh akibat bencana alam dalam kurun waktu 3 tahun. Pada 2024, Jalur Lembah Anai terputus akibat dampak letusan Gunung Marapi. Setelah diperbaiki, Jalur Lembah Anai kembali diterjang bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada akhir 2025.

Pada November 2025 lalu, Jalan Nasional Bukittingi-Padang melalui jalur Lembah Anai mengalami dampak kerusakan yang cukup signifikan akibat bencana longsor dan banjir bandang. Jalur Lembah Anai kemudian dibuka secara fungsional terbatas untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Pembukaan ini dilakukan untuk segera memulihkan mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi logistik.

Akibat Jalur Lembah Anai yang terputus total, masyarakat harus menggunakan jalur alternatif yang memutar melalui rute alternatif Padang–Sitinjau Lauik–Solok–Danau Singkarak–Padang Panjang. Sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik. 

Desain Teknis Baru

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I BPJN Sumatera Barat, Andi Rusli, mengatakan, “Akibat bencana alam 2024 dan 2025, kita belajar kejadiannya bukan dari satu sumber”.

BPJN Sumatera Barat melakukan perubahan desain teknis. Gerusan sungai dan material yang terbawa aliran banjir menjadi ancaman terhadap struktur jalan. Maka dari itu, BJN Sumatera Barat juga mendorong pengkajian pengendalian aliran material dari wilayah hulu.

Dok. hkinfrastruktur.com

Perubahan tersebut terdapat pada penyesuaian ulang diameter bore pile di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang mengalami perubahan adalah kawasan Kilometer 65, dekat pendakian Silaing, diameter bore pile di kawasan diperbesar dari sebelumnya 80 cm menjadi 1,2 cm atau 120 cm.

Penggunaan shotcrete juga diterapkan pada tebing di kawasan KM 63+600 yang sebelumnya mengalami longsor sebagai upaya memperkuat lereng dan mengurangi risiko longsor susulan.

Dibukanya Jalan Nasional Bukittinggi–Padang di kawasan Jalur Lembah Anai tetap memiliki risiko karena berada di kawasan rawan bencana. Solusi jangka panjang harus segera dilakukan. Rencana pembangunan Sabo Dam di aliran Sungai Batang Anai di kawasan Lembah Anai dan rencana jangka panjang pembangunan tol terowongan masih dalam tahap pengkajian.

Rekonstruksi dan rehabilitasi di kawasan Lembah Anai ini menghabiskan dana Rp460 miliar untuk pengerjaan 20 titik kerusakan.

Jalur Lembah Anai berperan penting sebagai penghubung wilayah pesisir barat dengan wilayah tengah Sumatera Barat, sekaligus bagian dari koridor penting Padang–Bukittinggi–Pekanbaru yang menopang aktivitas ekonomi regional. Jalur Lembah Anai sendiri merupakan tulang punggung  konektivitas di Sumatera Barat.

Back to top button