Pembangunan Sekolah Rakyat Bekasi Capai 83,91 Persen, Ditargetkan Beroperasi Juli 2026

Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 di Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Percepatan ini perlu dilakukan mengingat pembangunan Sekolah Rakyat Bekasi menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan model pendidikan yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga lingkungan pembinaan yang mendukung pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan adanya percepatan ini, fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, tepatnya pada pekan kedua Juli 2026.
Komitmen percepatan pembangunan tersebut ditegaskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi proyek pada Jumat (12/6/2026).
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Kementerian PU, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan konstruksi sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan sebelum digunakan oleh para peserta didik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Kuswara, menyampaikan bahwa progres pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat 2 telah mencapai 83,91 persen.
Proyek yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya KSO Prima dengan nilai anggaran sebesar Rp262 miliar ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.
Menurut Kuswara, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program besar yang secara nasional melibatkan sekitar 84 ribu tenaga kerja. Khusus di Kabupaten Bekasi, proyek tersebut menyerap sekitar 880 pekerja yang saat ini terus bekerja untuk memastikan penyelesaian sesuai jadwal.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan kapasitas hingga 1.080 siswa dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Pada tahap awal operasional, sekolah ini diperkirakan akan menampung siswa baru serta peserta didik yang sebelumnya telah mengikuti program Sekolah Rakyat rintisan.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Spesifik, Syaiful Huda, menyampaikan apresiasi atas progres pembangunan yang dinilai berjalan sesuai target.
Kemudian ia juga memberikan sejumlah masukan terkait penyempurnaan konsep sekolah berasrama, terutama dalam aspek tata ruang dan sistem pengasuhan siswa.
Menurutnya, keberhasilan sekolah berasrama tidak hanya ditentukan oleh kualitas bangunan, tetapi juga oleh desain kawasan yang mampu mendukung proses pembinaan dan pengembangan karakter peserta didik secara optimal.
Selain mendapatkan apresiasi dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, pembangunan Sekolah Rakyat ini juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menyebut bahwa pemerintah daerah berperan aktif melalui penyediaan lahan yang akan dihibahkan kepada Kementerian Sosial, serta pelaksanaan asesmen calon peserta didik yang akan menempati sekolah tersebut.
Pasalnya, Endin menilai kehadiran Sekolah Rakyat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses terhadap pendidikan yang layak dan berkualitas.
Secara keseluruhan, kompleks Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi terdiri atas 23 bangunan yang mencakup ruang kelas, asrama siswa dan guru, fasilitas olahraga, kantin, serta berbagai sarana penunjang lainnya.
Karena keterbatasan lahan yang tersedia, sejumlah fasilitas dirancang dengan konsep multifungsi agar dapat mendukung berbagai aktivitas pendidikan dan pengembangan siswa dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, dan berbagai pemangku kepentingan, proyek ini diharapkan dapat selesai sesuai target dan siap menyambut peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperluas pemerataan pendidikan sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang lebih unggul dan berdaya saing.













