Jangan Tertukar Lagi! Ini Perbedaan Underpass dan Overpass

HeadlineNewsTechno & Science

Seiring masifnya pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia, istilah underpass dan overpass semakin sering muncul. Keduanya sama-sama dihadirkan sebagai solusi untuk mengurai kemacetan di persimpangan sebidang, khususnya di kawasan perkotaan dan jalur strategis nasional. Dalam proyek infrastruktur jalan, istilah underpass dan overpass kerap digunakan. Meski sama-sama berfungsi mengatasi kemacetan, keduanya memiliki konstruksi dan fungsi yang berbeda.

kedua istilah ini masih kerap tertukar. Padahal dari sisi desain, konstruksi, biaya, hingga tantangan teknis, underpass dan overpass memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Kesalahan dalam memahami perbedaan ini dapat berdampak pada perencanaan yang kurang tepat dan pembengkakan anggaran proyek.

Sebagai solusi rekayasa lalu lintas, pembangunan underpass dan overpass menjadi salah satu strategi untuk mengurai kemacetan di titik-titik rawan, khususnya di kawasan perkotaan dan jalur nasional. Di Indonesia, underpass banyak dibangun di persimpangan kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Underpass dan overpass merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang bertujuan memisahkan arus kendaraan tanpa lampu lalu lintas. Tujuannya satu, meningkatkan kelancaran dan keselamatan. Tapi cara mencapainya berbeda.

Lantas, apa yang membedakan keduanya? Berikut ulasan lengkapnya.

Source: Instagram @perentjanadjadja.official

Mengutip langsung dari Instagram @parentjanadjadja.official underpass merupakan jalan melintang yang dibangun tepat dibawah permukaan tanah atau infrastruktur lainnya untuk menghindari persimpangan sebidang dan memperlancar arus lalu lintas tanpa hambatan berarti.

Sedangkan Overpass adalah struktur jembatan atau jalan layang yang membentang tinggi melintasi jalan lain maupun rintangan alam dengan tujuan memecah kepadatan kendaraan pada persimpangan jalur padat.

Source: Instagram @perentjanadjadja.official

Dari segi struktural kekuatan bangunan underpass dirancang dengan dinding beton bertulang yang berfungsi menahan tekanan tanah dari segala arah. Selain itu, underpass juga dinilai aman dari gangguan cuaca, mengurangi kebisingan di permukaan, serta efisien dalam memanfaatkan ruang bawah tanah di kawasan padat.

Sementara itu struktural kekuatan overpass dirancang dibangun di atas permukaan dengan pilar dan pondasi dalam meyalurkan beban ke lapisan tanah keras. Kelebihannya adalah tidak mengganggu lalu lintas di bawah, memperlancar arus lalu lintas, serta memiliki proses konstruksi yang lebih cepat di area padat.

Pengembangan infrastruktur transportasi dinilai sangat berperan penting dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta memperkuat konektivitas antar wilayah. Kondisi ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memperlancar distribusi logistik.

Back to top button