Proyek Jembatan Donat Masuki Tahap Tender, Peluang Besar Bagi Industri Baja Nasional

Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan perkantoran Dukuh Atas terus berkembang. Perancangan Pedestrian Deck Dukuh Atas secara resmi dimulai. Saat ini proyek telah memasuki proses tender, dengan jumlah investasi yang digelontorkan sebesar Rp 300 miliar.
PT MRT Jakarta (Perseroda) selaku project owner menargetkan agar kontraktor pemenang tender dapat memulai pembangunan pada akhir tahun 2026. Proyek Pedestrian Deck akan menghubungkan 6 moda transportasi umum mulai dari KRL, MRT, Transjakarta, hingga kereta bandara.
Pedestrian Deck yang direncanakan berbentuk donat cincin ini akan menghemat perjalanan hingga 4-5 menit penyeberangan dari Landmark Tower menuju Shangri-La. Menghemat 2-3 menit perpindahan penumpang pada area TOD transportasi publik.

Proyek Jembatan Donat Cincin akan menggunakan struktur baja berdiameter 100 meter dengan tinggi 8 meter yang membentang di Jalan Sudirman. Pembangunan diproyeksikan rampung pada 2028.
Proyek Pedestrian Deck diproyeksi akan memberikan nilai investasi jangka panjang pada penggunaan transportasi terintegrasi. Proyek yang berada di kawasan pusat bisnis ini berpotensi memberikan brand exposure luas bagi perusahaan kontraktor pemenang proyek.
Menjadi kesempatan besar bagi perusahaan yang berspesialisasi dalam konstruksi baja berskala besar untuk dapat berpartisipasi dalam proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas.
Mengenal 3 Perusahaan Baja Terbesar Di Indonesia
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Perusahaan BUMN dengan spesialisasi baja ini terletak di Cilegon, Banten. Didirikan pada tahun 1970 dengan nama PT Krakatau Steel sebagai kelanjutan dari Proyek Besi Baja Trikora yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno. PT Krakatau Steel berperan sebagai pilar utama pada proyek strategis Hilirisasi Nasional Fase 2 yang dipusatkan di kawasan Kilang Pertamina RU IV Cilacap. Sepak terjang yang telah teruji selama 56 tahun, PT Krakatau Steel memperkuat diri sebagai salah satu perusahaan baja terkemuka di Indonesia.

PT Gunung Raja Paksi Tbk
Perusahaan swasta yang memproduksi berbagai produk baja struktural seperti H-beam, I-beam, dan pelat baja untuk kebutuhan konstruksi skala besar. Berdiri sejak 56 tahun lalu, telah berkiprah melalui berbagai proyek. Salah satunya menjadi distributor pada proyek pagar konservasi Way Kambas pada 2026 dan ikut berpartisipasi pada proyek Japek 2 Toll Road Section Bungkareng pada 2025 lalu.
PT Gunung Raja Paksi memiliki perusahaan Joint Venture bersama Yamato Kogyo Co., Ltd., Siam Yamato Steel Co., Ltd., PT Hanwa Indonesia bernama PT Garuda Yamato Steel (GYS). Berspesialisasi dalam produksi baja struktural.

PT Krakatau Posco
PT Krakatau Posco merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dari Indonesia dan POSCO dari Korea Selatan. Pabrik pertama di Indonesia yang memiliki teknologi blast furnace dan memiliki kapasitas 3 juta ton per tahun. PT Krakatau Posco memiliki teknologi blast furnace pertama di Indonesia.

Proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak hanya menawarkan solusi atas permasalahan di kawasan bisnis yang memiliki mobilitas tinggi, namun juga bagian dari upaya menuju visi DKI Jakarta sebagai Kota Global dan Pusat Ekonomi Global pada tahun 2045. Proyek Jembatan Donat Cincin akan menjadi ikon transportasi terintegrasi terbaru bagi DKI Jakarta.
















