2 Bendungan Raksasa Senilai Rp9,2 Triliun Dibangun di Jawa Barat

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun Bendungan Cibeet dan Bendungan Cijurey di Jawa Barat yang menelan anggaran jumbo senilai Rp9,2 triliun.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan dua bendungan raksasa tersebut dilakukan dalam rangka mengurangi titik rawan banjir di wilayah Kabupaten Karawang dan Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya, dua bendungan ini dibangun untuk pengendalian banjir di hilir Sungai Citarum, seperti di Muara Gembong, Bekasi dan Karawang.

Berikut profil Bendungan Cibeet dan Cijurey

1. Bendungan Cibeet

Berdasarkan informasi dari laman Kementerian PUPR, pembangunan Bendungan Cibeet telah dimulai sejak September 2023.

Bendungan yang dibangun di Kecamatan Cariu ini dirancang memiliki luas genangan sebesar 735,61 hektare (ha) yang akan menampung volume tampung efektif sebesar 22,53 juta meter kubik (m3).

Volume tampung mati Bendungan Cibeet sebesar 28,75 juta m3 dan volume tampung total sebesar 97,53 juta m3.

Dengan kapasitas tampung yang dimilikinya, Bendungan Cibeet nantinya dapat dimanfaatkan untuk mengairi irigasi baru seluas 1.000 ha dan sawah eksisting seluas 1.037 ha, serta menyuplai 5.000 ha lahan irigasi di Saluran Tarum.

Bendungan Cibeet akan berfungsi sebagai pengendali banjir di hilir Sungai Citarum. Pembangunan bendungan ini terbagi dalam 3 paket pekerjaan dengan nilai kontrak mencapai sebesar Rp5,5 triliun.

Adapun 3 paket pekerjaan tersebut yakni

  • Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Nindya Karya – PT Adhi Karya – PT Bahagia Bangun Nusa (KSO) dengan lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan urugan kiri bendungan utama dan bangunan pengelak.
  • Paket II dikerjakan oleh kontraktor PT PP – PT Marfri Jaya Abadi – PT Daya Mulia Turangga (KSO) dengan lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan bendungan utama (kanan), bangunan fasilitas umum, dan jalan akses.
  • Paket III dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya – PT Bumi Karsa – PT KPR (KSO) dengan lingkup pekerjaan meliputi bendungan utama (tengah), bangunan pelimpah, dan pengambil.

2. Bendungan Cijurey

Berdasarkan informasi dari laman Kementerian PUPR, pembangunan Bendungan Cijurey telah dimulai sejak September 2023.

Bendungan yang dibangun di Kecamatan Sukamakmur, Cariu dan Tanjungsari ini dirancang memiliki volume tampung efektif sebesar 22,53 juta meter kubik (m3).

Dengan kapasitas tampung yang dimilikinya, Bendungan Cijurey diproyeksikan dapat mereduksi banjir dari hulu Sungai Cihoe sebesar 59,33% dan dimanfaatkan untuk mengairi irigasi seluas 561 ha serta menghasilkan air baku sebesar 0,71 m3/detik dan berpotensi sebagai sumber PLTA sebesar 2×0,5 MW.

Pembangunan bendungan ini terbagi dalam 3 paket pekerjaan dengan nilai kontrak mencapai sebesar Rp3,7 triliun

Adapun 3 paket pekerjaan tersebut yakni :

  • Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Brantas Abripraya – PT Minarta-PT Raya (KSO) dengan pekerjaan meliputi pekerjaan bendungan utama, bangunan fasilitas pendukung, dan pekerjaan mekanikal elektrikal.
  • Paket II dikerjakan oleh kontraktor PT Hutama Karya – PT Sacna (KSO) dengan pekerjaan meliputi pekerjaan bendungan utama, jalan akses, dan bangunan pengendali sedimen.
  • Paket III dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya – PT Jaya Konstruksi (KSO) dengan pekerjaan meliputi bangunan pelimpah, jalan akses, hidro mekanikal elektrikal, dan fasilitas penunjang
Back to top button