UGM Raih Predikat Leading University in Supporting Solar Energy Development Di Acara Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 Yang Diselenggaran IESR Bersama Dewan Energi Nasional

Universitas Gadjah Mada (UGM) turut hadir dalam Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 yang diselenggarakan di Bali pada 14-18 Juli 2026. Indonesia Solar Summit adalah konferensi tingkat tinggi yang menghadirkan diskusi berdampak, investment matchmaking, dan kisah nyata dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengubah ambisi menjadi aksi.
Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 diselenggarakan oleh IESR berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Provinsi Bali dan Dewan Energi Nasional (DEN).
Universitas Gadjah Mada hadir sebagai nominee tiga besar pada kategori Institusi Pendidikan bersama Universitas Airlangga dan Universitas Sebelas Maret. Pada kategori Universitas, penilaian mencakup integrasi energi surya dalam kegiatan pembelajaran, riset, laboratorium, praktik pengelolaan kampus, serta pengembangan kapasitas mahasiswa di bidang energi terbarukan.
UGM berhasil mengalahkan nominator lain dan meraih penghargaan pada bidang kategori Educational Institutions/Universities Solar Award, dengan predikat Leading University in Supporting Solar Energy Development dari Institute for Essential Services Reform (IESR).

Penghargaan diterima langsung oleh Dr. Ir. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng. selaku Tim Ahli Solar Panel UGM. Dr. Ir. I Wayan Mustika, S.T., M.Eng. merupakan dosen dan peneliti di Fakultas Teknik, Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi di Universitas Gadjah Mada. Selain menjadi bagian Tim Ahli Solar Panel UGM, Wayan Mustika merupakan konselor untuk IEEE SB UGM dan manajer UGM Press.
Komitmen UGM pada pengimplementasian 17 SDGs (Sustanable Development Goals) melalui kegiatan akademik yang mampu berdampak bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui perkuatan pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang energi terbarukan (SDG 4), mendorong inovasi dan infrastruktur rendah karbon (SDG 9), dan pemanfaatan energi surya juga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13). Hal tersebut menjadi salah satu dasar yang menghantarkan UGM meraih penghargaan Indonesia Solar Award.















