Waskita Karya Siap Garap Proyek Sekolah Rakyat Senilai Rp1,07 Triliun di Tanah Papua, Perluas Akses Pendidikan di Indonesia Timur

PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali dipercaya pemerintah untuk menggarap infrastruktur pendidikan.
Kali ini, Waskita Karya dipercaya untuk menggarap proyek pembangunan tiga kawasan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua dengan total nilai kontrak mencapai Rp1,07 triliun.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III yang dilaksanakan oleh Kepala Divisi Gedung dan Luar Negeri Waskita Karya Bonie Butar-Butar serta disaksikan Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko pada Jumat (03/07/2026).
Pembangunan sekolah rakyat ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Selain itu, penugasan ini juga sekaligus memperkuat posisi Waskita Karya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Serta sejalan dengan komitmen Perseroan yang akan terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang menghadirkan solusi infrastruktur berstandar tinggi dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, inovasi, dan keberlanjutan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Proyek Sekolah Rakyat di Papua ini akan dilaksanakan di tiga kabupaten yakni Jayapura, Sarmi, dan Biak Numfor melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita – Adhi – PAB.
Adapun lingkup pekerjaan dalam proyek ini meliputi pembangunan gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, kantin, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus pembinaan karakter peserta didik.
Seluruh pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 5,5 bulan sehingga fasilitas pendidikan ini dapat mulai dimanfaatkan pada Januari 2027 mendatang.
Dengan pengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai proyek strategis, perseroan optimis mampu menyelesaikan proyek sesuai target dengan mengedepankan kualitas konstruksi, ketepatan waktu, efisiensi biaya, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Papua merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ermy menyebut pihaknya akan menjawab kepercayaan yang diberikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini melalui pelaksanaan konstruksi yang berkualitas, penerapan inovasi, serta kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pasalnya, proyek tersebut dinilai sangat penting karena tidak hanya menghadirkan sarana pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang lebih kompetitif di Indonesia.
Meski demikian, pembangunan di wilayah paling timur Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi logistik.
Oleh karena itu untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal di tengah tantangan yang dihadapi, Waskita telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi dengan memanfaatkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak.
Dengan menjalankan strategi tersebut, Pembangunan Sekolah Rakyat ini diharapkan bisa rampung sesuai jadwal mengingat kehadirannya sangat dinantikan di Tanah Papua karena dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang layak ,memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan rantai pasok lokal, serta peningkatan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar proyek.
Melalui proyek ini, Waskita meyakini bahwa setiap infrastruktur yang dibangun bukan sekadar menghasilkan aset fisik, melainkan juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan daya saing bangsa di masa mendatang.














