Presiden Prabowo Resmikan 5 Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi Nasional

HeadlineNews

Presiden Prabowo Subianto secara serentak telah meresmikan pengoperasian lima bendungan baru yang tersebar di beberapa provinsi dengan nilai investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Dok. YT Setpres RI

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, lima bendungan yang diresmikan yaitu Bendungan Meninting, Bendungan Keureuto, Bendungan Rukoh Bendungan Jlantah, dan Bendungan Sidan yang secara akumulatif mampu menyediakan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir pada kawasan seluas 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas sebesar 9,635 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung hingga 345,94 MW.

“Pada siang hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini saya resmikan bendungan meninting NTB, Keureuto, dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah, di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali,” ucap Presiden Prabowo dalam acara peresmian yang berlangsung di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagaimana informasi yang dikutip dari kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Jumat (10/07/2026).

Selain mendukung penyediaan air bersih dan mereduksi banjir, bendungan ini juga diikuti dengan pembangunan jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan melayani sekitar 39.540 hektare lahan pertanian sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian sekaligus memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan nasional.

Berikut data lima proyek bendungan yang diresmikan tersebut

1. Bendungan Keureuto di Provinsi Aceh

Dari lima bendungan yang diresmikan, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh menjadi proyek dengan nilai investasi terbesar, yakni mencapai Rp2,961 triliun.

Bendungan yang dibangun selama periode 2015–2024 tersebut memiliki tinggi 74 meter dengan kapasitas tampung mencapai 215,94 juta meter kubik dan luas genangan 896,39 hektare.

Keberadaan bendungan ini diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas 14.695 hektare melalui jaringan irigasi sepanjang 75,94 kilometer, menyediakan air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir hingga 627 hektare, serta menghasilkan potensi energi sebesar 185,62 MW yang berasal dari PLTA berkapasitas 6,34 MW dan PLTS terapung sebesar 179,28 MW.

2. Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh

Masih di Provinsi Aceh, Bendungan Rukoh yang berada di Kabupaten Pidie ini dibangun dengan investasi Rp2,483 triliun selama periode 2018–2024. Infrastruktur setinggi 84 meter ini dibangun dengan kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 700 hektare.

Dengan kapasitas tampung yang dimiliki, Bendungan tersebut akan melayani irigasi bagi 12.194 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku sebesar 0,90 meter kubik per detik, mereduksi banjir di area seluas 51 hektare, serta memiliki potensi pembangkitan energi sebesar 141,22 MW yang terdiri atas PLTA 1,22 MW dan PLTS terapung 140 MW.

3. Bendungan Sidan di Provinsi Bali

Di Provinsi Bali, pemerintah meresmikan Bendungan Sidan yang dibangun dengan anggaran Rp1,8 triliun selama periode 2018–2024. Bendungan setinggi 68 meter tersebut memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik.

Selain menyediakan air baku sebesar 1,75 meter kubik per detik, bendungan ini akan melayani irigasi untuk 9.598 hektare lahan melalui jaringan sepanjang 123,19 kilometer, mengurangi risiko banjir pada area seluas 108 hektare, serta menghasilkan energi listrik sebesar 8,08 MW.

4. Bendungan Meninting di Provinsi NTB

Bendungan Meninting di Lombok Barat dibangun dengan investasi Rp1,473 triliun dan menjadi lokasi utama pelaksanaan peresmian. Proyek yang dikerjakan pada periode 2018–2025 ini memiliki tinggi 74 meter dengan kapasitas tampung 9,91 juta meter kubik.

Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mengairi lahan pertanian seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, mereduksi banjir pada area seluas 59 hektare, serta menghasilkan energi sebesar 10,03 MW.

5. Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah

Sementara itu, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah dibangun sejak 2019 hingga 2024 dengan nilai investasi Rp1,08 triliun. Bendungan setinggi 70 meter ini memiliki kapasitas tampung 10,97 juta meter kubik.

Keberadaan bendungan ini diproyeksikan mampu mengurangi risiko banjir pada kawasan seluas 87 hektare, mengairi sekitar 1.494 hektare lahan pertanian, menyediakan air baku sebesar 0,15 meter kubik per detik, serta menghasilkan energi listrik sebesar 10,625 MW.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan lima bendungan tersebut, termasuk pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, konsultan, kontraktor, dan masyarakat.

Menko AHY berharap keberadaan lima bendungan tersebut mampu memberikan manfaat berkelanjutan, mulai dari penyediaan air bersih, peningkatan produksi pertanian, penguatan ketahanan energi, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan dan peresmian kelima bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan nasional melalui swasembada pangan, swasembada air, dan swasembada energi.

Pasalnya, bendungan ini memiliki peran strategis yang tidak hanya menyediakan air baku bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan layanan irigasi yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian

Kemudian berfungsi sebagai pengendalian banjir di sejumlah daerah serta menyimpan potensi besar sebagai sumber energi baru dan terbarukan melalui PLTA maupun pemanfaatan panel surya terapung (floating solar panel).

Adapun di luar fungsi utamanya sebagai infrastruktur sumber daya air, kawasan di sekitar bendungan juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata dan olahraga air yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Mengingat manfaatnya yang begitu besar, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya pengelolaan bendungan secara profesional agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya bagi para petani.

Dengan beroperasinya lima bendungan tersebut, pemerintah berharap kapasitas infrastruktur sumber daya air nasional semakin kuat dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan ketersediaan air bersih, memperluas pemanfaatan energi baru terbarukan, serta mempercepat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut yakni sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Back to top button