WIKA Percepat Pembangunan Empat Sekolah Rakyat di Jawa Tengah, Target Rampung Juni 2026

HeadlineNews

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di empat kabupaten  yang ada di Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk dukungannya terhadap program pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat.

Upaya percepatan ini penting dilakukan mengingat proram Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, inklusif, dan mudah dijangkau, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembelajaran yang lebih baik.

Terlebih lagi, Hal ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto khususnya Asta Cita Keempat yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan.

Di Provinsi Jawa Tengah, Wijaya Karya dipercaya untuk mengerjakan proyek Sekolah Rakyat yang tersebar di empat kabupaten yakni Kabupaten Banyumas, Wonosobo, Brebes, dan Cilacap.

Adapun untuk progres pembangunannya hingga awal Juni 2026 tercatat menunjukkan perkembangan yang positif.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Sekolah Rakyat di Kabupaten Banyumas tercatat menjadi proyek dengan progres pembangunan tertinggi mencapai 76,22 persen.

Kemudian diikuti dengan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo yang tercatat telah mencapai progres 56,32 persen, di Kabupaten Cilacap dengan progres sebesar 49,46 persen, dan di Kabupaten Brebes dengan progres mencapai 47,61 persen.

Untuk mengejar target rampung di pertengahan bulan ini tepatnya 20 Juni 2026, WIKA menjalankan sejumlah strategi percepatan yang mencakup penambahan tenaga kerja, optimalisasi penggunaan alat berat, percepatan pasokan material, hingga penyesuaian metode kerja agar pekerjaan berjalan lebih efektif.

Strategi tersebut diterapkan di setiap lokasi pembangunan dengan rincian sebagai berikut :

  • Kabupaten Banyumas : penambahan tenaga kerja dari 1.200 orang menjadi 1.700 orang, penambahan alat berat, dan pemenuhan material 100% di lokasi. Pekerjaan jalan akses juga diselesaikan untuk tunjang mobilisasi.
  • Kabupaten Wonosobo : Penambahan tenaga kerja dari 1.100 orang menjadi 1.200 orang, penambahan alat berat, meningkatkan jumlah Supplier Batching, dan terapkan metode pelat bondek untuk percepat pekerjaan struktur.
  • Kabupaten Brebes : Penambahan tenaga kerja khusus untuk pekerjaan Erection baja menjadi 320 orang, penambahan alat berat, dan percepat pengiriman struktur baja sebanyak 2.250 ton dan material HCS seluas 13.183 meter persegi.
  • Kabupaten Cilacap : Penambahan tenaga kerja menjadi 1.200 orang, penambahan alat berat, meningkatkan jumlah Supplier Batching Plant, dan proses fabrikasi baja.

Sejumlah strategi yang melibatkan sebanyak 4.483 orang pekerja tersebut diterapkan agar pengerjaan seluruh proyek dapat memenuhi target penyelesaian sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah. 

Ribuan pekerja itu terlibat dalam berbagai tahapan pekerjaan konstruksi yang berlangsung secara bersamaan.

Dimana pekerjaan konstruksi saat ini tengah berlangsung secara paralel yang diawali dengan pembangunan struktur bawah dan struktur atas, pemasangan rangka atap baja, penutup atap, pekerjaan arsitektur, hingga instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).

Melalui berbagai langkah tersebut, WIKA menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah dapat diselesaikan pada 20 Juni 2026.

Meskipun menyisakan waktu seminggu lebih, WIKA berkomitmen untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun ajaran baru mendatang.

Pembangunan Sekolah Rakyat di empat kabupaten ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan hadirnya fasilitas pendidikan yang modern dan memadai, program ini diharapkan mampu menciptakan kesempatan belajar yang lebih inklusif dan merata bagi generasi mendatang.

Back to top button