Kementerian PU Siapkan Tol Prosiwangi dan Japek II Selatan untuk Uji Coba Pendaratan Jet Tempur Darurat

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempersiapkan dua ruas jalan tol di Pulau Jawa sebagai lokasi uji coba pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya mendukung konektivitas, tetapi juga memiliki fungsi strategis bagi kepentingan pertahanan negara.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa dua ruas tol yang disiapkan berada di Jawa Timur dan Jawa Barat.
Ruas pertama adalah Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya pada segmen di wilayah Situbondo. Sementara itu, ruas kedua adalah Jalan Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan.
Menurut Dody, penyiapan kedua ruas tol tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas mandat agar sejumlah infrastruktur jalan tol dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur apabila dibutuhkan dalam situasi tertentu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak seluruh ruas jalan tol memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai landasan pendaratan dan lepas landas pesawat tempur. Pemilihan lokasi harus melalui kajian teknis yang ketat, termasuk mempertimbangkan keberadaan jalan layang (overpass) maupun hambatan lain yang dapat memengaruhi keselamatan operasi penerbangan militer.
Selain mendukung aspek pertahanan, Dody menilai pelaksanaan uji coba tersebut juga memberikan manfaat terhadap evaluasi kualitas infrastruktur jalan tol. Menurutnya, keberhasilan pengujian berpotensi menjadi salah satu indikator yang memperkuat penilaian kelayakan ruas tol, termasuk dalam proses Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Rencana tersebut melanjutkan keberhasilan uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur F-16 TNI Angkatan Udara yang sebelumnya dilaksanakan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka).
Setelah pelaksanaan uji coba tersebut, Kementerian Pertahanan juga mendorong agar pengujian serupa dilakukan di ruas tol lainnya di Pulau Sumatera. Salah satu ruas yang dipertimbangkan adalah Jalan Tol Sigli–Banda Aceh.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebelumnya dimana dirinya menyebut bahwa infrastruktur nasional perlu dirancang dengan konsep multifungsi.
Agar fungsi jalan tol tak hanya berperan sebagai sarana transportasi yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, melainkan jalan tol juga harus mampu mendukung kepentingan strategis nasional, termasuk sektor pertahanan.
Apalagi indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang sangat luas sehingga memerlukan infrastruktur yang adaptif terhadap berbagai kebutuhan.
Oleh karena itu, setiap pembangunan infrastruktur perlu direncanakan secara komprehensif agar mampu memberikan manfaat maksimal, baik sebagai penggerak konektivitas maupun sebagai aset strategis yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat.
















