Pemerintah Percepat PLTS 17 GW, Target Rampung 2026 untuk Percepat Transisi Energi Bersih

Pemerintah dikabarkan akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan kapasitas PLTS sebesar 17 gigawatt dapat terpasang dan beroperasi pada tahun 2026, guna mengurangi ketergantungan pada pembangkit berbasis bahan bakar fosil, khususnya diesel.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa arahan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan pembangunan PLTS agar segera dapat menggantikan peran pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini masih mendominasi di sejumlah wilayah.
Menurut Brian, pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai. Perhitungan yang dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT PLN (Persero), Danantara, serta kalangan akademisi menunjukkan bahwa instalasi PLTS dengan kapasitas 17 gigawatt berada dalam jangkauan implementasi.
Target ini mencakup penambahan kapasitas energi surya sekaligus pengurangan bertahap penggunaan PLTD.
Meski demikian, rincian lokasi pembangunan PLTS belum diungkapkan. Pelaksanaan proyek ini sepenuhnya akan berada di bawah koordinasi PLN sebagai pelaksana utama program, termasuk dalam penentuan titik-titik pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya percepatan, Presiden juga telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mendorong konversi energi bersih. Satgas ini bertugas mengakselerasi peralihan dari energi fosil, seperti diesel dan bahan bakar minyak, menuju energi baru terbarukan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ditunjuk sebagai ketua satgas tersebut. Dalam keterangannya, ia menjelaskan bahwa satgas memiliki target konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi PLTS hingga mencapai 100 gigawatt.
Langkah ini dinilai strategis karena berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran subsidi listrik secara signifikan.
Dengan percepatan pembangunan PLTS, pemerintah tidak hanya mengejar peningkatan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta transisi energi bersih di tingkat regional.
Kebijakan ini diharapkan mampu mendorong efisiensi energi, mengurangi emisi, serta mempercepat terwujudnya sistem ketenagalistrikan yang berkelanjutan.
















