Progres Sekolah Rakyat Wonosari Capai 68 Persen, Pemprov Gorontalo Targetkan Siap Beroperasi Juni 2026

HeadlineNews

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Bupati Boalemo Rum Pagau melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Wonosari di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Gorontalo yang terus menunjukkan kemajuan progres signifikan.

Dimana hingga awal Juni 2026, progres fisik proyek pendidikan berbasis asrama (boarding school) tersebut tercatat telah mencapai 68 persen dan ditargetkan segera siap digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar pada 20 Juni 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Gusnar menegaskan pentingnya langkah percepatan dalam proses pembangunan agar sekolah dapat mulai beroperasi sesuai dengan target yang direncanakan.

Menurutnya, Sekolah Rakyat Wonosari merupakan salah satu proyek pendidikan strategis yang memiliki skala lebih besar dibandingkan sekolah rakyat pada umumnya.

Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 9,6 hektare atau lebih luas dibandingkan standar lahan Sekolah Rakyat pada umumnya yang hanya berkisar antara lima hingga enam hektare.

Adapun pembangunan sekolah ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai investasi sekitar Rp240 miliar.

Gusnar menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Wonosari merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah pusat.

Dalam proyek ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo dipercaya untuk menyiapkan lahan sekaligus mendukung proses pembangunan fasilitas pendidikan tersebut. Atas nama masyarakat Gorontalo, khususnya Boalemo, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas alokasi pembangunan sekolah tersebut.

Secara fisik, proyek ini mencakup pembangunan gedung ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas sekitar 30 siswa per kelas.

Selain itu, kawasan pendidikan terpadu tersebut juga dilengkapi ruang serbaguna, tempat ibadah, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, lapangan sepak bola, gudang penyimpanan, dapur, serta sistem pompa dan penampungan air.

Konsep boarding school yang diterapkan dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terintegrasi, tidak hanya mendukung kegiatan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan pengembangan kapasitas peserta didik secara menyeluruh.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai menyiapkan berbagai kebutuhan operasional sekolah. Bupati Rum Pagau mengungkapkan bahwa sebanyak 270 siswa telah dipersiapkan untuk menjadi angkatan pertama Sekolah Rakyat Wonosari. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa tingkat SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sebagai bagian dari persiapan, para calon siswa dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan di puskesmas masing – masing pada 20 Juni 2026. Setelah itu, pemerintah akan memastikan seluruh kebutuhan penunjang pendidikan, mulai dari seragam hingga sepatu, tersedia sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Rum juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mempercepat penyelesaian ruang kelas dan penyiapan tenaga pendidik agar sekolah dapat langsung beroperasi setelah pembangunan memasuki tahap akhir. Menurutnya, melihat kondisi pembangunan saat ini, penyelesaian ruang kelas untuk siswa baru masih memungkinkan untuk dikebut sesuai target.

Dengan progres konstruksi yang terus meningkat dan berbagai persiapan operasional yang mulai dimatangkan, Sekolah Rakyat Wonosari kini memasuki fase akhir pembangunan.

Kehadiran fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Boalemo dan Provinsi Gorontalo.

Back to top button