Investasi Swasta di IKN Capai Rp73 Triliun, Pemerintah Percepat Pengembangan Kawasan Ekonomi

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bergerak dengan mengandalkan kombinasi pendanaan dari pemerintah dan sektor swasta.
Selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah mendorong keterlibatan investor untuk mempercepat pembangunan kawasan ekonomi dan berbagai fasilitas penunjang di ibu kota baru tersebut.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa pembangunan IKN dijalankan melalui tiga skema utama yakni pembiayaan melalui APBN, investasi langsung dari sektor swasta, serta Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public-Private Partnership (PPP).
Menurut Basuki, skema tersebut dirancang agar pembangunan IKN tidak sepenuhnya bergantung pada keuangan negara.
APBN difokuskan untuk membangun infrastruktur dan fasilitas pemerintahan, sementara sektor swasta didorong mengambil peran dalam pengembangan kawasan komersial dan aktivitas ekonomi yang mendukung kehidupan kota.
Dalam rapat di DPR pada Kamis (11/6/2026), Basuki mengungkapkan bahwa hingga saat ini nilai investasi swasta yang telah dikontrak di IKN mencapai Rp73 triliun.
Nilai tersebut mencerminkan tingginya minat investor terhadap pengembangan ibu kota baru yang diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan sekaligus motor pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Sejumlah investor internasional telah mulai merealisasikan proyek mereka di kawasan IKN. Salah satunya berasal dari Abu Dhabi dengan nilai investasi sekitar Rp10 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, serta fasilitas keagamaan.
Selain itu, investor asal China juga telah memulai pembangunan apartemen dan kawasan perkantoran melalui proyek yang dikembangkan oleh Starbright. Kehadiran proyek-proyek tersebut dinilai menjadi indikasi bahwa pembangunan IKN telah memasuki tahap realisasi fisik yang semakin nyata.
Di sisi lain, investor dari Korea Selatan turut mengambil bagian dalam pengembangan kawasan IKN. Tidak hanya investor asing, sejumlah pelaku usaha nasional juga mulai membangun berbagai fasilitas komersial, mulai dari hotel, restoran, hingga destinasi wisata.
Basuki menyebut beberapa proyek yang tengah disiapkan antara lain kawasan kuliner Teras Kota, Rumah Makan Sederhana, serta pembangunan fasilitas wisata oleh Taman Safari yang dijadwalkan mulai dikerjakan tahun ini.
Kehadiran berbagai proyek komersial tersebut diharapkan dapat mempercepat terbentuknya ekosistem perkotaan yang hidup dan berkelanjutan di IKN. Selain mendukung aktivitas ekonomi, investasi swasta juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja, menarik talenta baru, serta memperkuat daya saing kawasan sebagai pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Timur.
Dengan total komitmen investasi yang telah mencapai Rp73 triliun, pemerintah optimistis pembangunan IKN akan terus berlanjut secara bertahap melalui kolaborasi antara negara dan sektor swasta, sehingga mampu mewujudkan ibu kota baru yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.














