Wijaya Karya Percepat Rehabilitasi SPAM di Sumut, Sasar 995 Sambungan Rumah
Proyek rehabilitasi SPAM di Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan mencakup jaringan pipa sekitar 41 kilometer serta dua instalasi pengolahan air berkapasitas total 100 liter per detik.

Pemulihan infrastruktur air minum di sejumlah wilayah Sumatera Utara terus dilakukan setelah banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan fasilitas pelayanan dasar masyarakat.
Guna mempercepat pemulihan akses air minum bagi masyarakat terdampak, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pascabencana Paket 2 yang dilaksanakan di tiga kabupaten, yakni Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan mampu memulihkan atau meningkatkan akses layanan air minum bagi 995 sambungan rumah (SR).
Dalam proyek ini, WIKA mengerjakan sejumlah fasilitas utama yang mencakup pembangunan sumur bor, jaringan pipa transmisi dan distribusi sepanjang sekitar 41 kilometer, reservoir atau bangunan penampung air, serta pemasangan sambungan rumah.
Selain pembangunan jaringan perpipaan, lingkup pekerjaan WIKA dalam proyek ini juga mencakup pembangunan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang masing-masing memiliki kapasitas 50 liter per detik. Dengan demikian, total kapasitas pengolahan air yang dibangun mencapai 100 liter per detik.
Pekerjaan konstruksi telah dimulai sejak Januari 2026 dengan target penyelesaian dalam waktu satu tahun. Hingga pertengahan Oktober 2026, sejumlah fasilitas telah memasuki tahap pra-komisioning (pre-commissioning) dan uji alir sebagai bagian dari proses pemeriksaan kesiapan sistem sebelum dioperasikan.
Tahapan pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas pengolahan air, jaringan perpipaan, dan komponen pendukung lainnya dapat berfungsi sesuai kebutuhan pelayanan. Sejalan dengan proses tersebut, pemulihan layanan air minum dilakukan secara bertahap berdasarkan kesiapan masing-masing fasilitas serta hasil pengujian bersama pihak terkait.
Dalam pelaksanaannya, WIKA mengerahkan sekitar 127 personel dan tujuh unit alat berat untuk mendukung pekerjaan konstruksi di lokasi proyek. Perusahaan juga melibatkan tenaga kerja lokal serta memanfaatkan material dan sumber daya setempat yang memenuhi persyaratan teknis.
Keterlibatan sumber daya lokal tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan proyek, sementara koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan. WIKA berkoordinasi dengan Kementerian PU, pemerintah daerah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), serta pemangku kepentingan lainnya guna memastikan infrastruktur yang dibangun siap digunakan setelah seluruh tahapan pengujian selesai.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi dan rekonstruksi SPAM tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemulihan infrastruktur pelayanan dasar pascabencana.
Dalam keterangannya pada Sabtu (17/10/2026) sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Ngatemin menyampaikan bahwa WIKA terus mengoptimalkan pelaksanaan pekerjaan untuk mempercepat pemulihan akses air minum bagi masyarakat terdampak. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat.
Pemulihan infrastruktur SPAM menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kerusakan fasilitas pengolahan maupun jaringan distribusi air dapat menghambat pelayanan air minum, sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi diperlukan untuk mengembalikan fungsi sistem penyediaan air minum.
Melalui pembangunan fasilitas pengolahan air dan jaringan perpipaan tersebut, layanan air minum di Kabupaten Langkat, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan diharapkan dapat kembali berfungsi secara lebih andal dan berkelanjutan.
Dengan target pelayanan mencapai 995 sambungan rumah, proyek ini tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat bencana, tetapi juga meningkatkan kesiapan sistem penyediaan air minum dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara WIKA, Kementerian PU, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan, rehabilitasi SPAM Pascabencana Paket 2 diharapkan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga manfaat pemulihan layanan air minum dapat segera dirasakan oleh masyarakat Sumatera Utara.














