PTPP Perkuat Konektivitas Kalimantan Selatan Lewat Pembangunan Jembatan Pulau Laut

Jembatan sepanjang sekitar 3,75 kilometer ini dirancang menghubungkan Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kalimantan Selatan, untuk memperkuat konektivitas darat dan mendukung distribusi barang setelah beroperasi.

News

Di balik pembangunan jembatan yang membentang di atas perairan, terdapat sebuah harapan untuk menghubungkan wilayah, memperlancar perjalanan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru.

Harapan itu kini diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut, jembatan ini bukan sekadar penghubung antardaerah. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat akses transportasi antara daratan utama Kalimantan dan Pulau Laut, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta kegiatan ekonomi yang terus berkembang.

Komitmen tersebut turut tercermin dalam keterlibatan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) pada pembangunan proyek strategis ini sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber.

BACA JUGA
Perkuat Konektivitas Tanah Bumbu – Kotabaru, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Dikebut

Perkuat Konektivitas Tanah Bumbu – Kotabaru, Pembangunan Jembatan Pulau Laut Dikebut

Baca Selengkapnya →

Perusahaan konstruksi nasional tersebut mengambil bagian dalam pengerjaan infrastruktur yang ditargetkan menjadi penghubung penting bagi kawasan pesisir tenggara Kalimantan Selatan ini bersama mitra kontraktor dan pemerintah.

Pembangunan Berjalan, Progres Terus Dipantau

Pembangunan Jembatan Pulau Laut dilaksanakan secara bertahap melalui sejumlah paket pekerjaan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan beberapa badan usaha konstruksi.

Skema paket pekerjaan ini memungkinkan pembangunan bentang utama dan bagian-bagian pendekat dikerjakan sesuai pembagian kewenangan serta kontrak masing-masing.

Berdasarkan laporan peninjauan Gubernur Kalimantan Selatan pada 6 Oktober 2026, pekerjaan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, telah mencapai panjang sekitar 1.000 meter. Angka tersebut menggambarkan pekerjaan pada sisi yang ditinjau, bukan persentase progres keseluruhan proyek.

Dengan demikian, pembangunan masih berlangsung dan jembatan belum dapat digunakan oleh masyarakat.

Pemerintah menargetkan pembangunan dapat diselesaikan pada tahun 2028, dengan pengoperasian yang diharapkan dapat dimulai pada tahun 2029.

Target tersebut menjadi acuan bagi pelaksanaan pekerjaan berikutnya, meskipun penyelesaian akhir tetap bergantung pada perkembangan konstruksi dan kesiapan infrastruktur pendukung.

PTPP Berperan dalam Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi

Untuk mengejar target tersebut, PTPP tidak bekerja sendiri. Dalam proyek ini, PTPP menjalankan pekerjaan melalui skema joint operation (JO) dengan porsi pengerjaan 50% dan bertindak sebagai lead contractor atau kontraktor utama dalam paket yang diperolehnya.

Namun yang perlu diketahui, Keterlibatan PTPP ini merupakan bagian dari pelaksanaan proyek yang melibatkan lebih dari satu kontraktor. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pekerjaan di sisi Batulicin melibatkan PTPP bersama PT Waskita Karya dan PT Borneo Berkah Abadi.

Sementara itu, pekerjaan di sisi Kotabaru dilaporkan melibatkan PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya. Pembagian pekerjaan tersebut mencerminkan besarnya lingkup pembangunan yang membutuhkan koordinasi antarpihak agar setiap bagian dapat diselesaikan secara terpadu.

Adapun bentang utama jembatan dan sebagian pekerjaan pendekat lainnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.

Pembagian ini menunjukkan bahwa pembangunan Jembatan Pulau Laut merupakan pekerjaan lintas paket yang melibatkan beberapa badan usaha dan instansi pemerintah. Karena itu, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada kemampuan masing-masing kontraktor, tetapi juga pada keselarasan pelaksanaan di setiap bagian jembatan.

Infrastruktur dengan Bentang Panjang

Jembatan Pulau Laut direncanakan memiliki panjang keseluruhan sekitar 3,75 kilometer dan lebar sekitar 24 meter. Salah satu bagian pentingnya adalah bentang utama yang dirancang menggunakan tipe cable-stayed, yakni jembatan dengan gelagar yang ditopang kabel-kabel dari menara atau pylon.

Struktur jembatan juga mencakup bagian pendekat yang menghubungkan bentang utama dengan jalan di daratan. Bagian tersebut berperan penting dalam memastikan akses dari Tanah Bumbu menuju Kotabaru dapat tersambung sebagai satu jalur transportasi.

Pembangunan struktur dengan bentang panjang memerlukan perencanaan, pengawasan mutu, dan pelaksanaan konstruksi yang cermat. Selain memastikan setiap elemen struktur terpasang sesuai desain, koordinasi pekerjaan juga diperlukan agar bagian-bagian yang dikerjakan melalui paket berbeda dapat terhubung dengan baik.

Koordinasi Menjadi Bagian Penting dalam Pembangunan

Dengan lingkup pekerjaan yang luas dan melibatkan sejumlah pihak, pembangunan Jembatan Pulau Laut membutuhkan koordinasi yang konsisten. Keselarasan jadwal, ketersediaan material, kesiapan akses menuju lokasi, serta pengawasan mutu merupakan aspek penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan proyek.

Selain itu, penerapan standar keselamatan kerja perlu menjadi perhatian selama konstruksi berlangsung. Pekerjaan struktur jembatan menuntut ketelitian pada setiap tahapan, sehingga percepatan pembangunan perlu berjalan seiring dengan pengendalian mutu dan keselamatan.

Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kontraktor juga diperlukan untuk memastikan pekerjaan pada setiap paket berjalan selaras. Dengan demikian, penyelesaian satu bagian dapat mendukung kelanjutan pekerjaan pada bagian lainnya tanpa mengabaikan persyaratan teknis yang berlaku.

Memperkuat Mobilitas dan Membuka Peluang Ekonomi

Setelah selesai dan beroperasi, Jembatan Pulau Laut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan antara Tanah Bumbu dan Kotabaru. Konektivitas darat yang lebih baik juga berpotensi memperlancar distribusi barang, mendukung aktivitas perdagangan, dan mempermudah mobilitas masyarakat di kedua wilayah.

Manfaat tersebut menjadi penting bagi kawasan yang memiliki kegiatan ekonomi beragam, termasuk perdagangan, industri, dan jasa. Akses transportasi yang lebih terhubung dapat membantu memperlancar pergerakan logistik serta memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha.

Di sisi lain, keberadaan jembatan juga berpotensi meningkatkan keterhubungan antarpusat kegiatan ekonomi dan mendukung pengembangan wilayah di Kalimantan Selatan.

Namun, besarnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat akan turut dipengaruhi oleh kesiapan jalan penghubung, integrasi dengan jaringan transportasi lainnya, dan perkembangan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

Oleh karena itu, Jembatan Pulau Laut tidak hanya dipandang sebagai proyek pembangunan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Membangun Penghubung untuk Masa Depan

Pembangunan Jembatan Pulau Laut memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan infrastruktur yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Melalui keterlibatan PTPP bersama mitra kontraktor dan pemerintah, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan mutu, keselamatan, dan keandalan konstruksi.

Ketika nantinya beroperasi, jembatan ini diharapkan memberikan kemudahan akses yang lebih luas bagi masyarakat Tanah Bumbu dan Kotabaru. Nilai pentingnya tidak hanya terletak pada panjang struktur yang dibangun, tetapi juga pada potensinya untuk memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi barang, dan membuka peluang ekonomi baru bagi kedua wilayah.

Back to top button