Penerapan Teknologi Microtunneling pada Project JSDP 2026: Solusi Konstruksi Pipa Tanpa Galian Terbuka di Padatnya Jakarta

NewsTechno & Science

Topkonstruksi – Dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa pada sektor ekonomi hijau sekaligus mencapai target pembangunan berkelanjutan bidang sanitasi, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pembangunan JSDP Zona 1 di Pluit, Jakarta Utara. Proyek SPALD-T skala perkotaan ini hadir sebagai solusi pengelolaan limbah modern untuk menghadirkan layanan sanitasi yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Jakarta.

Pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memodernisasi infrastruktur sanitasi Ibu Kota. Di tengah kepadatan lalu lintas, keterbatasan ruang kerja, dan kondisi tanah perkotaan, penerapan teknologi microtunneling dan pipe jacking menjadi solusi untuk membangun jaringan perpipaan air limbah tanpa penggalian terbuka sepanjang jalur.

Menurut informasi yang di kutip dari akun youtube @tohomamandiri, dalam pekerjaan JSDP Zona 1 Paket 2, PT Tohoma Mandiri menangani instalasi jaringan pipa bawah tanah di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, bersama kontraktor utama Kumagai Gumi Co. Ltd – PT. Wijaya karya (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Pekerjaan tersebut menggunakan pipa beton bertulang atau Reinforced Concrete Pipe (RCP) berdiameter 450 milimeter.

Teknologi microtunneling memungkinkan pemasangan pipa melalui terowongan bawah tanah menggunakan mesin bor khusus, sementara pipe jacking mendorong rangkaian pipa dengan sistem hidraulis. Metode ini membantu mengurangi gangguan terhadap jalan, bangunan, dan aktivitas masyarakat.

Source: youtube @dinassdajakarta

Berdasarkan kanal Youtube Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, JSDP Zona 1 dikembangkan melalui enam paket pekerjaan yang mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pluit dan jaringan perpipaan di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, serta Jakarta Barat.

Dilansir melalui laman Kementerian PU, Proyek mulai memasuki tahap kontrak konstruksi pada Desember 2022 untuk Paket 1, kemudian Paket 2 dan Paket 3 ditandatangani pada Juli 2023. Sementara itu, peluncuran pekerjaan jaringan Paket 5 dan Paket 6 dilakukan pada Desember 2023.

Seluruh kegiatan pembangunan ini didukung oleh pembiayaan melalui pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan nilai 57,061 miliar yen Jepang atau sekitar Rp6,37 triliun. Pelaksanaan JSDP Zona 1 melibatkan kontraktor nasional dan internasional dengan pembagian berdasarkan paket pekerjaan. Paket 1 pembangunan IPAL dikerjakan oleh kerja sama Obayashi Corporation, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk, dan JFE Engineering Corporation.

Adapun Paket 2 dan Paket 3 untuk pembangunan jaringan perpipaan dilaksanakan oleh Joint Venture Kumagai Gumi Co. Ltd. – PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama.

Source: youtube @dinassdajakarta

Untuk Paket 5 dan Paket 6 yang berada di bawah Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, kontraktor pelaksananya adalah PT. Nindya Karya (Persero) – Modern KSO serta PT. Adhi Karya (Persero) Tbk – PT. Hutama Karya KSO. Pembagian paket ini memungkinkan pembangunan jaringan di sejumlah wilayah Jakarta berjalan melalui beberapa kontrak pekerjaan secara bersamaan.

Dilansir melalui laman Instagram @pu_ciptakarya, hingga Agustus 2026 progres Zona 1 sudah mencapai 66%. Pemerintah menargetkan JSDP Zona 1 selesai pada 2027, dengan layanan sekitar 220.000 sambungan rumah atau hampir satu juta penduduk. IPAL Pluit dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 240.000 meter kubik per hari.

Melalui penerapan teknologi konstruksi bawah tanah dan kolaborasi berbagai pelaku industri, JSDP diharapkan memperluas akses sanitasi, mengurangi pencemaran air tanah dan sungai, serta mendukung lingkungan perkotaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Back to top button