Kolaborasi APDJI x ITS Perkuat Inovasi Green Road Construction untuk Infrastruktur Jalan Berkelanjutan

Topkonstruksi – Pengembangan infrastruktur jalan yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi perhatian dalam Green Road Construction Forum yang mempertemukan Asosiasi Pengembang Teknologi Preservasi dan Daur Ulang Jalan Indonesia (APDJI) dengan Departemen Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Forum yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026) di Conference Room Departemen Teknik Sipil ITS ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai teknologi preservasi, daur ulang material, dan upaya meningkatkan daya tahan jalan di Indonesia.
Dilansir melalui laman Its.ac.id kegiatan tersebut menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pembangunan jalan, dari sekadar membangun dan memperbaiki kerusakan menuju pengelolaan infrastruktur yang lebih efisien, berorientasi pada umur layanan, serta memperhatikan dampak lingkungan. Kolaborasi antara asosiasi industri dan perguruan tinggi dinilai penting untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata penyelenggaraan jalan.
Dalam forum tersebut, dosen Departemen Teknik Sipil ITS, Dr. Catur Arif Prastyanto, S.T., M.Eng., memaparkan tiga faktor utama yang memengaruhi keawetan jalan, yakni kestabilan badan jalan dan tanah dasar (subgrade), sistem drainase yang memadai, serta penegakan aturan kendaraan berdimensi dan bermuatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL).

Menurut Dr. Catur Arif, tanah dasar yang tidak stabil dapat mengurangi kemampuan struktur jalan dalam menahan beban kendaraan. Sementara itu, air yang terjebak di dalam struktur perkerasan berpotensi mempercepat kerusakan apabila tidak didukung sistem drainase yang baik.
Selain faktor teknis, kendaraan ODOL menjadi tantangan tersendiri karena beban berlebih dapat melampaui kapasitas desain jalan. Karena itu, pembangunan dan pemeliharaan jalan perlu dilakukan secara terpadu, mulai dari perencanaan struktur, pengelolaan air, hingga pengendalian beban kendaraan.
Penguatan konsep jalan hijau tidak cukup hanya melalui penggunaan material ramah lingkungan. Penerapan teknologi preservasi, penggunaan kembali material, dan daur ulang perkerasan juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi penyelenggaraan jalan.
Melalui sinergi APDJI dan ITS, forum ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi, sekaligus mendorong penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dengan pendekatan berbasis teknologi, preservasi yang tepat, dan pengelolaan material yang lebih efisien, pembangunan jalan di Indonesia diharapkan mampu menghadirkan infrastruktur yang andal, ekonomis, serta lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.











