Wapres Gibran Tinjau Progres Jembatan Musi V, Penyelesaian Tol Palembang–Betung Dipercepat

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa meninjau langsung progres akhir pembangunan Jembatan Musi V pada Kamis (16/7/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana kesiapan fisik proyek jembatan tersebut menjelang penyelesaian konstruksi dan operasional.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Jembatan ini termasuk dalam Proyek Seksi 1 Ruas Jalan Tol Kayu Agung–Palembang–Betung (Kapalbetung) yang merupakan salah satu infrastruktur strategis dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Jembatan ikonik yang digadang – gadang menjadi jembatan tol terpanjang di Indonesia ini akan terbangun kokoh membentang sekitar 1,8 kilometer di atas Sungai Musi dengan bentang utama sepanjang 380 meter.
Struktur ini menjadi elemen vital yang menghubungkan berbagai kawasan di Sumatera Selatan sekaligus memperkuat konektivitas koridor JTTS.
PT Hutama Karya (Persero) selaku pelaksana proyek menyampaikan bahwa konstruksi utama jembatan telah rampung dan kini memasuki tahap akhir berupa pengujian beban (load test) sebelum dibuka untuk masyarakat.
Executive Vice President Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengungkapkan bahwa kunjungan Wakil Presiden merupakan bentuk pemantauan langsung terhadap percepatan pembangunan yang menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya pada September 2025.
Menurut Dwi, Wakil Presiden menilai perkembangan proyek berlangsung sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, bentang utama Jembatan Musi V berhasil diselesaikan dan kini memasuki tahap akhir penyelesaian.
Adapun untuk progresnya, Dwi menyebut pembangunan Jembatan Musi V yang termasuk bagian dari Jalan Tol Palembang–Betung secara keseluruhan telah melampaui progres di atas 90 persen tepatnya 91,21 persen.
Hutama Karya menargetkan Seksi 1 dan Seksi 2 rampung pada akhir 2026 agar dapat difungsikan untuk mendukung kelancaran arus mudik serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Setelah rampung, Kehadiran Tol Palembang–Betung sepanjang sekitar 69 kilometer ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan yang selama ini mencapai sekitar tiga jam melalui jalan nasional menjadi hanya sekitar satu jam.
Efisiensi wasktu tempuh perjalanan tersebut diyakini akan meningkatkan kelancaran distribusi logistik, mempercepat mobilitas masyarakat, serta memperkuat daya saing ekonomi kawasan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut positif percepatan penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, Jembatan Musi V dan Tol Palembang–Betung akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat karena mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi barang dan komoditas.
Ia menilai pemangkasan waktu tempuh hingga sekitar 60 persen akan mempercepat pergerakan bahan pangan, hasil pertanian, dan berbagai komoditas lainnya sehingga mampu meningkatkan daya saing perekonomian daerah.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palembang mengaku pihaknya siap mendukung percepatan operasional jalan tol melalui penyelarasan infrastruktur perkotaan, peningkatan konektivitas akses menuju jalan tol, serta pengembangan kawasan penunjang di sekitar koridor proyek.
Dalam percepatan ini, Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Hutama Karya dinilai menjadi faktor penting agar manfaat proyek strategis nasional tersebut dapat segera dirasakan masyarakat.
Selain memperkuat konektivitas regional, Jembatan Musi V diharapkan menjadi ikon baru pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan.
Kehadirannya diproyeksikan memperlancar arus barang dan jasa menuju kawasan industri, pelabuhan, serta berbagai sentra produksi, sehingga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat posisi Palembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah barat Indonesia.















