Brantas Abipraya Garap Bendungan Hingga Proyek EBT Guna Hadapi Perubahan Iklim

News

Setelah Bendungan Multifungsi Bintang Bano di NTB diresmikan, PT Brantas Abipraya (Persero) saat ini tengah menyelesaikan 15 paket pekerjaan pembangunan bendungan guna mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah, serta mereduksi banjir.

PT Brantas Abipraya terus menunjukkan komitmennya dalam membangun negeri setelah sukses merampungkan 42 paket bendungan sepanjang tahun 2021 sebagai bukti keseriusan dalam membangun negeri melalui sederet karya bendungannya yang tersebar di Indonesia.

Beberapa bendungan yang tengah dikerjakan diantaranya Bendungan Bener yang terletak di Purworejo, Jawa Tengah yang akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia, Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur yang nantinya akan menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, serta Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang akan menjadi bendungan kering pertama di Indonesia.

Selain itu, Brantas Abipraya juga berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru dengan merampungkan Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Pembangunan karya infrastruktur sumber daya air ini dapat memberikan nilai tambah untuk daerah sekitar bendungan serta mendukung pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim global yang menjadi tantangan yang dihadapi saat ini. Sebab, perubahan iklim dapat membuat terjadinya kekurangan air pada musim kemarau yang berkepanjangan dan bencana banjir ketika curah hujan tinggi yang datang secara tiba-tiba.

Tak hanya bendungan, melalui anak usahanya yaitu Brantas Energi (BREN), Brantas Abipraya juga turut mendukung pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia melalui pembangunan dan pengoperasian beberapa PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) dan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).

Adapun beberapa PLTM yang telah dibangun dan beroperasi adalah PLTM Padang Guci-1 3X2 MW, PLTM Sako-1 2X3 MW, PLTM Padang Guci-2 2X3,5 MW dan PLTS Gorontalo sebesar 2 MWp. Brantas Energi (BREN) menargetkan PLTM Maiting Hulu-2 di Toraja Utara, Sulawesi Selatan, dapat beroperasi pada tahun ini.

Selain PLTM, Brantas Abipraya juga berkolaborasi bersama PT Wika Industri Energi untuk membangun PLTS terapung di bendungan-bendungan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya Miftakhul Anas, pembangunan bendungan dan pembangkit listrik dinilai menjadi sangat penting lantaran merupakan bukti Brantas Abipraya dalam mempersiapkan infrastruktur guna mendukung pemerintah dalam mengatasi tantangan perubahan iklim global.

Bahkan, Menurutnya keberadaan bendungan ini juga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memudahkan masyarakat sekitar dalam memperoleh air bersih yang bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Back to top button
formbukudirekrorigapensi