Tower Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani Diresmikan Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmikan Tower Rumah Sakit (RS) Islam Surabaya A. Yani di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur

News

Minggu (22/10/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Tower Rumah Sakit (RS) Islam Surabaya Ahmad Yani di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur sebagai persembahan “living monument” dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU).

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini saya resmikan Tower Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur”, Ucap Jokowi melansir unggahan video Peresmian Infrastruktur Kesehatan di Surabaya yang disiarkan melalui kanal youtube Sekretariat Presiden pada Minggu, 22 Oktober 2023.

Adapun peresmian ini juga ditandai secara simbolis melalui penandatanganan prasasti yang dilaksanakan secara langsung oleh Presiden Jokowi.

Sumber : YT Sekretariat Presiden

Menurut Jokowi, keberadaan tower berjumlah 13 lantai ini dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan rumah sakit serta dapat difungsikan sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, khususnya untuk mahasiswa kedokteran dan perawat.

Bahkan tak hanya itu, Tower rumah sakit yang dilengkapi dengan peralatan dan fasilitas modern tersebut juga akan menandai transformasi Rumah Sakit Islam Surabaya Ahmad Yani menjadi rumah sakit modern dan terpercaya.

Jokowi berharap penambahan fasilitas di RSIS A. Yani dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memberikan kemudahan bagi semua kalangan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang nyaman dan terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta agar rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan layanan kesehatan serta pendidikan di kalangan Nahdlatul Ulama yang diharapkan bisa mencetak tenaga – tenaga kesehatan yang terampil, unggul, dan profesional.

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi dalam peresmian tersebut adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Back to top button