Tol Yogyakarta – Bawen Dikebut, Perkuat Konektivitas Kawasan Strategis Joglosemar

Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Yogyakarta – Bawen terus menunjukkan percepatan signifikan.
Ruas sepanjang 75,12 kilometer ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas kawasan strategis Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyampaikan bahwa progres pembangunan tol tersebut berjalan bertahap di berbagai seksi. Proyek ini dirancang sebagai infrastruktur penghubung kawasan wisata unggulan serta penggerak aktivitas ekonomi lintas wilayah.
Secara keseluruhan, Tol Yogyakarta–Bawen terbagi dalam enam seksi pembangunan. Seksi I Yogyakarta–SS Banyurejo sepanjang 8,8 km, Seksi II SS Banyurejo–SS Borobudur 15,2 km, dan Seksi III SS Borobudur–SS Magelang sepanjang 8,10 km.
Selanjutnya, Seksi IV SS Magelang–SS Temanggung sepanjang 16,65 km, Seksi V SS Temanggung–SS Ambarawa sepanjang 21,39 km, serta Seksi VI SS Ambarawa–JC Bawen sepanjang 4,98 km.
Hingga 31 Maret 2026, progres konstruksi pada Seksi I telah mencapai 89,80 persen, sementara Seksi VI mencatatkan capaian 96,02 persen. Adapun seksi lainnya masih berada pada tahap pembebasan lahan dengan perkembangan yang bervariasi, yakni Seksi II sebesar 92,42 persen, Seksi III 81,34 persen, Seksi IV 68,22 persen, dan Seksi V sebesar 26,61 persen.
Pembangunan tol ini dilaksanakan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Dari sisi teknis, jalan tol dirancang dengan kecepatan rencana 80 km per jam, dengan konfigurasi awal dua lajur dua arah (2×2) yang akan ditingkatkan menjadi tiga lajur dua arah (2×3) pada tahap akhir.
Ke depan, kehadiran Tol Yogyakarta – Bawen akan terintegrasi dalam jaringan Tol Trans Jawa, menghubungkan ruas Semarang – Solo dengan Tol Solo – Yogyakarta hingga Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.
Integrasi ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, meningkatkan efisiensi logistik, serta membuka akses yang lebih luas terhadap destinasi wisata unggulan di kawasan Joglosemar.














