Pemasangan 30.177 Bantalan Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung Telah Rampung

News

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kabarnya belum lama ini telah berhasil merampungkan pemasangan ballastless track slab atau bantalan rel beton tanpa balas sebanyak 30.177 unit di jalur proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Dok. KCIC

Seperti diketahui dari total panjang jalur KCJB yang membentang mencapai 142,3 km tersebut, sepanjang 85,3 km atau sekitar 60 persen diantaranya menggunakan metode ballastless track slab yakni landasan tempat rel bertumpu yang terbuat dari beton.

Hal ini dikarenakan pada jalur tersebut, KCJB akan mencapai kecepatan maksimal, yaitu 350 km/jam. Sehingga penggunaan ballastless track slab dinilai sesuai mengingat konstruksinya yang dapat digunakan pada jalur kereta api dengan kecepatan tinggi.

Dengan kecepatan yang dirancang mencapai 350 km per jam, jalur kereta cepat tersebut diklaim dapat memangkas waktu perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dengan waktu tempuh menjadi sekitar 40 menit dari yang sebelumnya membutuhkan waktu 3 jam lebih dengan menggunakan transportasi darat lainnya.

Selain konstruksinya yang sesuai untuk kereta api berkecepatan tinggi, penggunaan ballastless track slab juga memiliki stabilitas yang lebih tinggi dengan perawatan yang lebih mudah dibandingkan dengan bantalan rel konvensional.

Direktur Utama KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan bahwa pemasangan ballastless track slab pada trase KCJB dimulai sejak 29 Desember 2021.

Adapun peresmian pemasangan seluruh ballastless track slab ditandai dengan pengecoran ballastles track slab terakhir pada track bed jalur layang KCJB di daerah Wanakerta, Kabupaten Karawang pada Rabu, 15 Februari 2023.

Penyelesaian keseluruhan ballastless track slab ini merupakan salah satu momen penting dalam progress pembangunan proyek KCJB.  Dimana hal ini juga akan menjadi modal baik bagi KCIC di proyek KCJB untuk bisa segera melaksanakan pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Sebanyak total 30.177 unit ballastless track slab yang telah rampung tersebut disiapkan oleh dua kontraktor proyek KCJB yaitu Sinohydro dan Wika Beton.

Adapun rinciannya yang diawali oleh Sinohydro dengan memproduksi ballastless track slab sebanyak 15.391 unit dan kemudian dilanjutkan kontraktor lokal yaitu Wika Beton dengan memproduksi ballastless track slab sebanyak 14.786 unit.

Dwiyana meyakini bahwa pihaknya dapat menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan harapan stakeholder.

Proyek KCJB merupakan proyek kerja sama antara Indonesia dan China yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung.

Melansir informasi dari laman resmi KCIC, PT KCIC merupakan pemilik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) pemerintah Indonesia sesuai dengan Perpres No. 3/2016.

Berdiri pada Oktober 2015, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd, dengan bisnis utama di sektor transportasi publik dengan skema business to business (B2B).

Back to top button
formbukudirekrorigapensi