Progres Flyover Latumenten Capai 83 Persen, Ditargetkan Rampung Desember 2026

Proyek jalan layang di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, ditargetkan mulai beroperasi Januari 2027 dan akan dilengkapi halte TransJakarta, JPO, serta empat unit lift

News

Kemacetan akibat aktivitas perlintasan sebidang kereta api masih menjadi salah satu persoalan lalu lintas yang dihadapi masyarakat di kawasan Latumenten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Setiap kali kereta api melintas, kendaraan harus berhenti sementara hingga palang pintu kembali dibuka. Kondisi tersebut kerap menyebabkan antrean kendaraan dan menghambat mobilitas masyarakat yang melintasi kawasan tersebut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah membangun Flyover Latumenten yang diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas sekaligus mengurangi kemacetan akibat perlintasan kereta api.

Pembangunan jalan layang sepanjang 800 meter tersebut kini telah menunjukkan perkembangan signifikan, dengan progres pekerjaan mencapai 83 persen.

Capaian tersebut diketahui setelah anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara laporan perkembangan pekerjaan dari pihak kontraktor dan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dalam pemeriksaan tersebut, Kenneth meninjau sejumlah bagian konstruksi serta mengevaluasi progres pekerjaan secara langsung. Hasilnya, ia memastikan bahwa capaian pembangunan sebesar 83 persen telah sesuai dengan laporan yang disampaikan kontraktor.

Meski demikian, Kenneth mengingatkan pihak kontraktor agar tetap menjaga ritme pekerjaan sehingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sesuai target Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pembangunan Flyover Latumenten diharapkan rampung pada Desember 2026, sehingga jalan layang tersebut dapat mulai dibuka untuk masyarakat pada Januari 2027.

Dengan waktu penyelesaian yang semakin dekat, perhatian juga diarahkan pada sejumlah tantangan teknis yang dihadapi selama pelaksanaan konstruksi.

Salah satu kendala yang sempat disampaikan kontraktor adalah keterbatasan ruang kerja akibat kondisi kawasan proyek yang relatif sempit. Situasi tersebut menjadi tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi di tengah aktivitas lalu lintas perkotaan.

Namun, berdasarkan hasil peninjauannya, Kenneth menilai tidak terdapat kendala signifikan yang berpotensi menghambat penyelesaian proyek. Ia juga mengamati bahwa kemacetan di sekitar lokasi pembangunan mulai berkurang dibandingkan kondisi sebelumnya.

Selain pembangunan jalan layang, proyek Flyover Latumenten juga direncanakan dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung transportasi publik dan pejalan kaki.

Fasilitas tersebut meliputi:

  • Halte TransJakarta untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan transportasi umum.
  • Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) untuk memfasilitasi pergerakan pejalan kaki.
  • Empat unit lift pada fasilitas penyeberangan untuk mempermudah akses masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kelancaran lalu lintas kendaraan, tetapi juga memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan transportasi umum.

Sementara itu, Camat Grogol Petamburan, Raditian Ramajaya, menyampaikan bahwa penyelesaian Flyover Latumenten telah lama dinantikan masyarakat setempat.

Menurutnya, keberadaan perlintasan sebidang kereta api selama ini menjadi salah satu penyebab antrean kendaraan yang mengganggu aktivitas warga. Karena itu, pembangunan jalan layang tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Harapan serupa disampaikan Ema, warga RT 13 RW 11, Kelurahan Jelambar. Ia mengaku senang karena pembangunan flyover yang telah lama dinantikan akhirnya menunjukkan perkembangan menuju penyelesaian.

Menanggapi harapan masyarakat tersebut, Kenneth menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pelaksanaan pembangunan hingga seluruh pekerjaan selesai.

Dengan target penyelesaian pada akhir 2026, Flyover Latumenten diharapkan dapat segera difungsikan sebagai jalur alternatif yang memungkinkan kendaraan melintasi kawasan tersebut tanpa harus terhambat penutupan palang pintu kereta api.

Apabila seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal, masyarakat Jakarta Barat berpeluang mulai merasakan manfaat infrastruktur tersebut pada awal 2027, terutama melalui kelancaran mobilitas di salah satu kawasan yang selama ini menghadapi persoalan kemacetan akibat perlintasan sebidang kereta api.

Back to top button