Konstruksi Sudah Rampung, Bendungan Lolak Senilai Rp1,6 Triliun di Sulawesi Utara Siap Diresmikan Awal Tahun Depan

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelesaikan pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara (Sulut).

Konstruksi fisik Bendungan Lolak saat ini sudah rampung seluruhnya dan elevasi air waduk sudah mencapai ketinggian +106,170 meter atau kurang lebih 53% dari tampungan total.

Setelah dinyatakan rampung, Kementerian PUPR memastikan Bendungan Lolak yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp1,6 triliun tersebut siap diresmikan pada tahun 2024 mendatang.

Juru Bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja menjelaskan bahwa bendungan dengan area genangan seluas 101 hektare (ha) ini sudah mulai diisi air (impounding) sejak 18 Agustus 2023.

Proses pengisian air di Bendungan Lolak berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Maka dari itu, Endra menyebut pihaknya memanfaatkan kesempatan musim hujan saat ini untuk pengisian bendungan seoptimal mungkin.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi, I Komang Sudana menjelaskan Bendungan Lolak yang memiliki daya tampung mencapai 16,23 juta meter kubik (m3) ini membawa banyak manfaat.

Bendungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk penyediaan air irigasi pada daerah pertanian seluas 2.214 hektar, menjadi sumber air baku sebesar 500 liter per detik, sumber pembangkit listrik tenaga air dengan potensi energi sebesar 2,43 megawatt (MW), dan sebagai pengendali banjir yang mampu mereduksi debit banjir sebesar 12 persen.

Sebagai informasi, pembangunan Bendungan Lolak terbagi dalam dua paket pekerjaan yakni

– Paket Pertama senilai Rp830 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP).

– Paket Kedua senilai Rp821 miliar dikerjakan oleh kontraktor PTPP – PT Asfhri Putralora melalui Kerja Sama Operasi (KSO).

Pada pekerjaan paket pertama, lingkup pekerjaan yang dilakukan meliputi pekerjaan galian, pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan temporary cofferdam, pekerjaan timbunan main cofferdam, dan pekerjaan instrumentasi.

Kemudian pada pekerjaan paket kedua, lingkup pekerjaan yang dilakukan meliputi pekerjaan timbunan bendungan utama, pekerjaan bangunan pengelak, pekerjaan bangunan pelimpah, pekerjaan bangunan intake, pekerjaan perkuatan tumpuan kiri, pekerjaan saddle dam I dan II, pekerjaan relokasi jalan dan jembatan provinsi, dan pekerjaan hidromekanikal.

Back to top button