Progres Konstruksi Capai 66,92 Persen, Rest Area Pertama Tol Cisumdawu Ditargetkan Fungsional Nataru 2026/2027
Rest area di KM 203+800 Jalur A dan B disiapkan untuk melayani pengguna jalan secara bertahap pada libur Natal dan Tahun Baru, sebelum konstruksi permanen rampung pada 2027.

Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) akan segera dilengkapi fasilitas tempat istirahat dan pelayanan (TIP) untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Dua rest area yang dibangun di KM 203+800 Jalur A dan B tersebut ditargetkan dapat difungsionalkan pada periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru), meskipun penyelesaian konstruksi secara keseluruhan baru direncanakan pada 2027.
Pembangunan fasilitas tersebut tengah diselesaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Kehadiran Rest Area Kembar Cisumdawu ini akan menjadi fasilitas istirahat pertama di ruas tol tersebut sekaligus melengkapi layanan bagi masyarakat yang melintasi koridor Cileunyi, Sumedang, hingga Dawuan.
Berdasarkan data progres per 11 Oktober 2026, pembangunan kedua rest area telah mencapai 66,92 persen. Fasilitas tersebut dikembangkan di atas lahan seluas 10 hektare untuk Jalur A dan 9,5 hektare untuk Jalur B.
Dengan capaian tersebut, pekerjaan konstruksi terus dipercepat pada sejumlah bagian, mulai dari penataan akses jalan dan area parkir hingga pembangunan gedung serta fasilitas pendukung lainnya. Percepatan ini dilakukan untuk memastikan sebagian fasilitas dapat dimanfaatkan secara fungsional menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya diarahkan untuk memperlancar mobilitas antardaerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.
Menurut Dody, keberadaan fasilitas pendukung seperti rest area memiliki peran penting dalam memastikan pengguna jalan memperoleh pelayanan yang memadai selama perjalanan. Karena itu, pembangunan infrastruktur jalan tol perlu diimbangi dengan penyediaan sarana istirahat yang aman, nyaman, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, Rest Area Kembar Cisumdawu direncanakan memiliki sejumlah fasilitas utama, meliputi area parkir, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), masjid, toilet, minimarket, serta kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kuliner.
Namun, untuk mendukung operasional fungsional pada periode Nataru 2026/2027, penyediaan fasilitas akan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kesiapan akses masuk dan keluar serta area parkir yang aman bagi kendaraan.
Sementara itu, kebutuhan dasar pengguna jalan dapat dipenuhi melalui fasilitas sementara sesuai kondisi dan kesiapan di lapangan. Fasilitas tersebut antara lain berupa toilet portabel, minimarket bergerak atau mobile store menggunakan kendaraan truk, serta area UMKM.
Selain itu, pengelola juga dapat menyediakan SPBU modular untuk rest area tipe A dan musala sementara menggunakan tenda. Penyediaan fasilitas tersebut diharapkan memungkinkan pengguna jalan tetap memperoleh layanan dasar meskipun pembangunan fasilitas permanen belum sepenuhnya rampung.
Dengan skema operasional sementara tersebut, pengguna Tol Cisumdawu diharapkan dapat beristirahat, beribadah, mengisi bahan bakar, maupun memenuhi kebutuhan perjalanan tanpa harus keluar dari ruas jalan tol.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas permanen terus dilanjutkan melalui sejumlah pekerjaan konstruksi. Beberapa pekerjaan yang tengah dipercepat mencakup penggalian area shuttle bus, pengecoran perkerasan beton kaku (rigid pavement) untuk jalur kendaraan kecil dan kendaraan besar, serta pekerjaan pemadatan dan pemasangan batu.
Pekerjaan lainnya meliputi pembangunan akses menuju fasilitas SPBU dan jalur keluar atau off-ramp. Seluruh tahapan tersebut menjadi bagian dari penyiapan infrastruktur pendukung agar akses kendaraan dan pergerakan pengguna jalan di dalam kawasan rest area dapat berlangsung dengan baik.
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat, kehadiran Rest Area Kembar Cisumdawu juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penyediaan area UMKM dan kuliner memungkinkan pelaku usaha lokal memasarkan produk dan layanan kepada pengguna jalan tol yang melintasi kawasan tersebut.
Dengan demikian, pengembangan rest area tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha setempat.
Secara keseluruhan, pembangunan Rest Area Kembar Cisumdawu ditargetkan selesai pada 2027. Sementara itu, pemanfaatan secara fungsional pada periode Nataru 2026/2027 menjadi salah satu tahapan awal sebelum seluruh fasilitas permanen dapat beroperasi.
Apabila berjalan sesuai rencana, kehadiran dua rest area di KM 203+800 tersebut akan melengkapi infrastruktur pendukung Tol Cisumdawu, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan perjalanan masyarakat serta memberikan manfaat ekonomi bagi wilayah di sekitarnya.














