Menembus Kedalaman Jakarta: Mengupas Tuntas Mega Proyek SPALD-T Menuju Global City

Top konstruksi – Jakarta terus bersiap memantapkan diri menjadi kota global yang modern dan berkelanjutan. Salah satu fondasi vital yang tengah digencarkan secara masif adalah pemenuhan infrastruktur layanan dasar sanitasi aman bagi warganya.
Melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) bertajuk Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta tengah membangun Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan terbesar di tanah air.
Meningkatnya pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di DKI Jakarta apabila tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan air limbah yang baik dapat menimbulkan permasalahan lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat.
Diana Kusumastuti selaku Wakil Menteri Pekerjaan Umum, turut memantau langsung pembangunan dengan melakukan kunjungan ke proyek pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zone 1 di DKI Jakarta pada 19 Oktober 2026. Dilansir melalui akun Instagram @dianakst_, Diana meninjau langsung progres pekerjaan sekaligus terus berkoordinasi untuk memperbaiki manajemen dan rekayasa lalu lintas agar kelancaran mobilitas masyarakat tetap terjaga.
Selain itu, ia juga melakukan koordinasi untuk percepatan penyelesaian proyek untuk mendukung persiapan Jakarta menyambut ulang tahunnya yang ke-500 tahun.
Dilansir melalui laman dsda.jakarta.go.id, dalam meningkatkan pengolahan air limbah tersebut, Dinas Sumber Daya Air Jakarta melaksanakan kegiatan pembangunan Jakarta Sewerage System (JSS) melalui proyek Jakarta Sewerage Development Program (JSDP) di 15 Zona (Zona 0 sebagai zona eksisting) yang berperan sebagai Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di DKI Jakarta.
JSS merupakan sistem pengelolaan yang dilakukan dengan mengalirkan air limbah domestik dari masing-masing rumah dan gedung yang dialirkan melalui sistem perpipaan menuju ke IPAL untuk dilakukan pengolahan.

Source: dsda.jakarta.go.id
Sebagai Zona eksisting, Zona 0 telah selesai dibangun dan sudah resmi beroperasi di bawah pengelolaan Perumda PAL Jaya. Sementara itu, pemerintah saat ini fokus mempercepat pembangunan Zona 1 dan Zona 6 untuk mencapai target digitalisasi dan sentralisasi sanitasi Jakarta secara menyeluruh.
Dilansir melalui ciptakarya.pu.go.id Pekerjaan Jakarta Sewerage Development Project Zona 1 mencakup 4 paket pekerjaan utama yang menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan air limbah terpadu di wilayah DKI Jakarta.
Paket 1 Construction of WWTP, meliputi pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan kapasitas mencapai 240.000 m3 per hari di atas lahan seluas 3,9 hektare. Dikerjakan oleh Obayashi Corporation, PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk dan JFE Engineering.
Selanjutnya, Paket 2 dan 3 Construction of Sewers in Area 1-1, mencakup pembangunan jaringan perpipaan air limbah sepanjang 14,3 kilometer. dilaksanakan oleh Joint Venture Kumagai Gumi Co. Ltd. – PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama. Paket II Construction of Sewers in Area 1-2 meliputi penambahan jaringan perpipaan sepanjang 24,9 km untuk memperluas cakupan pelayanan sistem air limbah.
Adapun Paket 5 dan 6 Construction of Sewers in Pilot Area, difokuskan pada pembangunan jaringan pipa jacking dan PVC di wilayah percontohan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dengan kontraktor pelaksananya adalah PT. Nindya Karya (Persero) – Modern KSO serta PT. Adhi Karya (Persero) Tbk – PT. Hutama Karya KSO. sebagai model penerapan teknologi sistem perpipaan modern di area padat penduduk.
Proyek SPALD-T Zona 1 difokuskan untuk menangani area padat penduduk dan kawasan bisnis utama di jantung kota Jakarta. JSDP Zona 1 berlokasi di Pluit, Jakarta Utara dengan kapasitas 240.000 m3/hari.

Source: Instagram @dkijakarta
IPAL Zona 1 akan melayani 220.000 SR yang tersebar di 8 kecamatan di Jakarta Pusat, Barat, dan Utara. Pengolahan limbah di IPAL Zona 1 menggunakan teknologi A20+ Membrane Bio Reactor dengan high-rate filter. Secara keseluruhan, progres pembangunan Zona 1 mencapai 66%, dengan target rampung tahun 2027.
Di sisi lain, mengutip dari ciptakarya.pu.go.id, JSDP Zona 6 mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 47.000 m³/hari yang akan melayani 1.176.200 jiwa (±80 ribu populasi Zona 6), serta pengembangan jaringan perpipaan di 10 kecamatan di wilayah Jakarta Pusat dan Barat. Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dalam 4 fase.
Fokus awal pada Fase 1, meliputi pembangunan IPAL, trunk sewer, dan jaringan pipa utama. Teknologi yang digunakan adalah A2O dan Integrated Fixed-film Activated Sludge (IFAS), yang mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan perlindungan lingkungan.
Berbeda dengan JSDP Zona 1 yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara. Zona 6 dikembangkan dengan fasilitas pengolahan air limbah di Duri Kosambi, Jakarta Barat. Pembangunan ini merupakan salah satu tahapan pengembangan sistem sanitasi perkotaan yang dirancang secara bertahap untuk menjangkau wilayah pelayanan yang lebih luas.
Melansir dari ciptakarya.pu.go.id, paket pekerjaan utama yang disebutkan adalah Paket 1 Wastewater Treatment Plant (termasuk Pumping Station). Pekerjaan ini mencakup pembangunan IPAL dan stasiun pompa. Fasilitas tersebut menjadi komponen utama untuk menerima dan mengolah air limbah yang dikumpulkan dari jaringan perpipaan.
Pada Paket 2 Construction of Trunk Sewer. Paket ini mencakup pembangunan saluran pipa induk atau trunk sewer yang berfungsi mengumpulkan dan mengalirkan air limbah dari jaringan pengumpul menuju fasilitas pengolahan.
Pengembangan jaringan dan fasilitas pada paket berikutnya berkaitan dengan perencanaan fase-fase selanjutnya, Laporan Ditjen Cipta Karya Tahun Anggaran 2024 menyebutkan bahwa proses pengadaan paket lanjutan bergantung pada kepastian pendanaan dan perkembangan kontrak paket sebelumnya. Karena itu, seluruh pekerjaan Zona 6 tidak dapat dianggap telah berkontrak hanya berdasarkan dimulainya Paket 1.
Berdasarkan keterangan resmi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, nilai kontrak pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp1,8 triliun. Paket ini berlokasi di Duri Kosambi, Jakarta Barat, dan melibatkan perusahaan konstruksi nasional bersama mitra internasional seperti Obayashi Corporation, JFE Engineering Corporation, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk.
Keempat perusahaan tersebut membentuk konsorsium Z6 OWJ2 JV untuk melaksanakan pembangunan fasilitas pengolahan air limbah. Kontrak ini menjadi kelanjutan keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut dalam pembangunan infrastruktur sanitasi Jakarta.
Paket 1 Zona 6 telah memiliki kontrak konstruksi sejak Oktober 2025. Namun, tanggal penyelesaian keseluruhan Zona 6 Fase 1 perlu merujuk pada jadwal kontrak terbaru dan pembaruan resmi pemerintah.
Dengan pembangunan yang berlangsung bertahap, JSDP Zona 6 diharapkan menjadi bagian penting dari penguatan infrastruktur sanitasi Jakarta. Keberhasilan proyek akan ditentukan oleh penyelesaian fasilitas dan jaringan, integrasi antarpaket, serta kesiapan pengelolaan jangka panjang agar sistem dapat beroperasi secara andal dan berkelanjutan.














