UMY Bangun SMP Muhammadiyah Sapen Universal School di Sleman dengan Anggaran Rp50 Miliar
Proyek sekolah di Banyuraden, Gamping, dibangun di atas lahan sekitar 8.600 meter persegi dengan target siap digunakan pada tahun ajaran 2027/2028.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang berkualitas mendorong Muhammadiyah untuk terus memperluas pengembangan fasilitas pendidikan dengan standar pembelajaran yang lebih tinggi.
Pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi persaingan global.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu memulai pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembangunan sekolah yang digagas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY tersebut telah dinyatakan resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026).
Berlokasi di Jalan Titi Bumi, Banyuraden, Gamping, Sleman, sekolah ini akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 8.600 meter persegi.
Lantas, seperti apa konsep pendidikan yang akan diterapkan di sekolah tersebut?
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjelaskan bahwa pembangunan SMP MSUS merupakan bagian dari upaya menghadirkan terobosan di bidang pendidikan untuk mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pengalaman panjang Muhammadiyah dalam mengelola lembaga pendidikan perlu terus diikuti dengan inovasi dan peningkatan kualitas. Dengan demikian, sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak hanya mempertahankan capaian yang sudah ada, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.
Haedar menegaskan bahwa sekolah unggulan tidak selalu identik dengan pendidikan yang bersifat elitis. Tetapi sekolah unggulan dengan kualitas pendidikan yang tinggi perlu dikembangkan agar dapat menjadi standar layanan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan berstandar internasional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan bahasa asing. Peserta didik harus dibekali ilmu pengetahuan, kemandirian, serta karakter dan jati diri yang kuat agar mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Kepala SMP MSUS, Bachtiar Dwi Kurniawan, menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang sebagai alternatif pendidikan yang memadukan standar pembelajaran internasional dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan karakter peserta didik.
Untuk mendukung penerapan konsep tersebut, SMP MSUS akan mengembangkan kurikulum internasional melalui kerja sama dan pendampingan dari Cambridge.
Pendampingan tersebut mencakup persiapan tenaga pendidik, pengembangan kurikulum, hingga sistem asesmen yang mengacu pada standar Cambridge. Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan global.
Bagaimana dengan anggaran dan target pembangunannya?
Untuk pembangunan fasilitas ini, UMY telah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan gedung dan interior sekolah yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Selain pembangunan gedung utama, pihak sekolah juga merencanakan penyediaan fasilitas asrama atau boarding school di lokasi terpisah untuk melengkapi layanan pendidikan yang ditawarkan.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik pembangunan SMP MSUS karena dinilai dapat memperluas pilihan pendidikan berkualitas sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerahnya.
Pembangunan gedung ini ditargetkan rampung sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar pada Juli 2027. Dengan demikian, sekolah diharapkan sudah dapat menerima peserta didik angkatan pertama pada tahun ajaran 2027/2028.
Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan kesiapan untuk mendukung kelancaran pembangunan, termasuk membantu penyelesaian kendala perizinan maupun persoalan sosial kemasyarakatan apabila diperlukan.
Harda berharap pengembangan SMP MSUS tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi akademik. Peserta didik juga perlu memiliki kemampuan menerapkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.














