Progres Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Lampaui Target

HeadlineNews

Pembangunan Gedung Baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan kemajuan progres yang positif.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman instagram Waskita Karya pada Kamis (16/07/2026),  pembangunan gedung baru ini tercatat telah mencapai progres fisik sebesar 81,745 persen hingga pekan ke-69 atau per 12 Juli 2026 atau melampaui target rencana sebesar 80,368 persen.

Capaian tersebut mencatat deviasi positif sebesar 1,377 persen yang menandakan bahwa pelaksanaan proyek ini berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti dengan progres yang bahkan lebih cepat di atas target yang telah ditetapkan

Progres positif ini mencerminkan konsistensi pelaksanaan konstruksi sesuai perencanaan, sekaligus menjadi indikator keberhasilan seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga mutu pekerjaan, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Pembangunan gedung baru DPRD DIY merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Daerah DIY untuk merelokasi kantor DPRD dari Jalan Malioboro ke lokasi baru di Jalan Kenari.

Langkah pemindahan gedung ini bukan serta merta dilakukan tanpa alasan, melainkan telah melalui berbagai pertimbangan yang matang. Salah satu yang menjadi pertimbangan utama yaitu terkait masalah pelestarian sejarah, penjagaan sumbu filosofi, hingga iklim perputaran roda ekonomi warga.

Di samping atas dasar pertimbangan tersebut, Relokasi ini juga memiliki tujuan demi menjawab kebutuhan akan fasilitas pemerintahan yang memadai.

Relokasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pemerintahan dengan menghadirkan fasilitas legislatif yang lebih representatif dalam mendukung pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, pengawasan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian relokasi ini juga sekaligus mengoptimalkan fungsi kawasan Malioboro sebagai pusat wisata, budaya, dan sejarah Yogyakarta.     

Dengan berpindahnya aktivitas DPRD ke lokasi baru, kawasan Malioboro diharapkan semakin optimal sebagai destinasi publik setelah bertahun – tahun lamanya menyatu dengan Gedung lama DPRD dan menjadi titik sentral massa, yang secara tidak langsung ikut mempengaruhi aktivitas perputaran ekonomi para pedagang.

Sementara itu, Gedung lama DPRD yang berada tepat di samping Teras Malioboro sisi utara ini akan dialihfungsikan untuk mendukung pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG), salah satu proyek strategis Pemerintah Daerah DIY.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Sekretariat DPRD DIY, Gedung baru DPRD DIY dirancang mengusung konsep arsitektur modern, inklusif, dan ramah lingkungan.

Bangunan ini tak hanya menyediakan ruang kerja yang lebih memadai untuk aktivitas legislatif, tetapi juga menyediakan hamparan area terbuka yang sangat luas di bagian depan. Dimana fasilitas fisik ini sengaja disiapkan untuk memberikan akses yang lebih nyaman bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.

Guna memastikan pembangunan berjalan sesuai target, Sultan Hamengkubuwono X, Ketua DPRD DIY dan para wakil ketua DPRD DIY, yang didampingi oleh Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (15/7/2026).

Dok. Waskita Karya

Peninjauan ini dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan, memastikan kualitas konstruksi, serta menjamin pelaksanaan proyek berlangsung secara transparan dan akuntabel.

Sekretaris DPRD DIY yang juga bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan gedung, Yudi Ismono, menjelaskan bahwa Gubernur DIY memberikan apresiasi terhadap progres pembangunan yang telah dicapai.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan sejumlah masukan untuk menyempurnakan aspek estetika bangunan tanpa mengubah konsep desain utama.

Yudi menyebut bahwa salah satu arahan tersebut adalah penambahan ornamen berbahan tembaga pada setiap elemen plengkung bangunan. Usulan tersebut telah dibahas bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY sebagai bagian dari penyempurnaan desain agar karakter arsitektur gedung semakin mencerminkan identitas budaya Yogyakarta.

Kemudian ia juga menambahkan bahwasanya penyesuaian tersebut tidak akan mengubah konsep dasar bangunan, melainkan memperkuat nilai estetika sekaligus mempertegas ciri khas arsitektur lokal yang diusung dalam pembangunan gedung baru DPRD DIY.

Melalui pelaksanaan proyek ini, Waskita sebagai kontraktor pelaksana berkomitmen untuk menghadirkan hasil konstruksi yang mengedepankan ketepatan target dan mutu yang sudah ditentukan.

Adapun untuk progresnya sendiri saat ini, pembangunan gedung baru DPRD DIY dilaporkan terpantau masih terus berlangsung sesuai tahapan yang telah direncanakan dengan pengawasan dari penyedia jasa konstruksi, konsultan pengawas, konsultan manajemen konstruksi, serta Sekretariat DPRD DIY.

Koordinasi yang intensif antar seluruh pemangku kepentingan terus dilakukan untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus mengantisipasi berbagai potensi kendala selama pelaksanaan proyek.

Sesuai jadwal kontrak, pembangunan Gedung Baru DPRD DIY yang menelan kontrak akhir sebesar Rp 307 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 6 Desember 2026 mendatang.

Dengan progres yang saat ini berada di atas target, Sekretariat DPRD DIY optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga gedung baru segera dapat difungsikan untuk mendukung pelaksanaan tugas legislasi, penganggaran, pengawasan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Back to top button