Pasti Butuh Kontraktor, MR DIY Targetkan Buka 270 Toko Baru , di berbagai wilayah Indonesia

HeadlineNews

PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), pengelola jaringan ritel MR DIY di Indonesia bersiap melanjutkan ekspansi agresif pada 2026 dengan menargetkan pembukaan lebih dari 270 toko baru di berbagai wilayah.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperluas jangkauan pasar secara inklusif, terutama dengan menyasar kota-kota lapis dua dan tiga. Dengan tambahan tersebut, total jaringan toko MR DIY diproyeksikan melampaui 1.200 gerai yang telah beroperasi hingga saat ini.

Chief People Officer MDIY, Frida Herlina Marpaung, menjelaskan bahwa ekspansi tersebut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada pemerataan akses ritel modern di berbagai daerah. Ia menyampaikan bahwa perusahaan terus mendorong perluasan jaringan yang menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia.

Untuk mendukung rencana tersebut, perseroan telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp720 miliar yang dialokasikan khusus untuk pembukaan gerai baru.

Di sisi lain, MDIY juga memperkuat komitmen terhadap tanggung jawab sosial melalui program “MR. D.I.Y. Untuk Indonesia”. Salah satu inisiatif yang dijalankan adalah program Menginspirasi Generasi Inovator, yang berfokus pada pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Program ini dirancang untuk menghadirkan metode belajar yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi para pelajar.

Frida menekankan bahwa ekspansi bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi terhadap masyarakat. Ia menilai pertumbuhan perusahaan tidak semata-mata berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga perlu memberikan dampak positif bagi komunitas lokal di berbagai daerah.

Dari sisi kinerja, MDIY mencatatkan hasil positif sepanjang 2025. Pendapatan perseroan tumbuh 16,7% secara tahunan menjadi Rp7,9 triliun, dari Rp6,78 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih meningkat menjadi Rp1,13 triliun, dibandingkan Rp1,07 triliun pada 2024.

Memasuki 2026, manajemen menargetkan tren pertumbuhan tersebut dapat terus berlanjut, baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih, seiring dengan ekspansi jaringan dan penguatan peran sosial perusahaan di tengah masyarakat.

Back to top button