Kementerian PU Akan Lelang Tol Sentul Selatan–Karawang Barat Senilai Rp34,75 Triliun
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana melelang proyek Jalan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Ruas tol baru ini direncanakan menjadi salah satu proyek prioritas yang akan ditawarkan kepada investor pada tahun 2026.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra, menjelaskan bahwa proyek tersebut saat ini menjadi satu-satunya ruas tol dengan proses penyiapan yang telah mencapai tahap akhir, termasuk penyelesaian dokumen studi kelayakan (feasibility study/FS).
Ia menyampaikan bahwa Tol Sentul Selatan–Karawang Barat merupakan proyek KPBU jalan tol yang seluruh tahapan penyiapannya telah rampung dan dijadwalkan untuk dilelang pada tahun ini.
Secara perencanaan, ruas tol ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR). Jalan tol tersebut akan memiliki panjang sekitar 61,5 kilometer dengan titik awal di Simpang Susun (JC) Sentul dan berakhir di JC Karawang Barat.
Dari sisi teknis, jalan tol ini dirancang dengan kecepatan rencana hingga 100 kilometer per jam serta lebar lajur 3,5 meter. Infrastruktur tersebut juga akan dilengkapi tiga junction, enam ramp masuk dan keluar, serta dua interchange untuk menunjang konektivitas antarwilayah.
Berdasarkan data pada laman Simpul KPBU Kementerian PU, proyek Tol Sentul Selatan–Karawang Barat memiliki estimasi nilai investasi sekitar Rp34,75 triliun. Pemerintah menawarkan masa konsesi selama 40 tahun dengan skema pengembalian investasi melalui tarif pengguna jalan (user charge).
Kehadiran ruas tol baru ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terjadi di Tol Jagorawi dan Tol Jakarta–Cikampek. Kedua ruas tersebut diketahui telah mengalami tingkat kejenuhan tinggi, terutama pada jam-jam sibuk.
Selain itu, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh tingginya mobilitas kendaraan logistik yang melayani aktivitas industri di kawasan Karawang. Banyaknya truk berat yang melintasi jalur tersebut turut memperburuk kepadatan lalu lintas di jalan tol maupun jalan arteri di sekitarnya.
Dengan pembangunan Tol Sentul Selatan–Karawang Barat, pemerintah berharap distribusi arus kendaraan dapat lebih merata. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mendukung pengembangan kawasan industri, pertanian, serta sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Karawang.












