WIKAIKON Garap Struktur Baja Tol Serang-Panimbang, Gelagar Terberat Capai 240 Ton

News

Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang terus berlanjut dengan pengerjaan sejumlah struktur utama yang membutuhkan penanganan konstruksi khusus. Salah satunya adalah pemasangan gelagar baja berukuran besar yang menjadi bagian penting dalam pembangunan ruas tol di wilayah Banten tersebut.

Pekerjaan ini melibatkan PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON), anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yang dipercaya menangani fabrikasi hingga pemasangan struktur baja Steel Box Girder pada proyek Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 (Cileles-Panimbang) Fase 2 Paket 1.

Struktur baja yang dikerjakan mencakup empat bentang dengan panjang masing-masing 70 meter. Setiap bentang terdiri atas enam jalur gelagar, sehingga total terdapat 24 jalur gelagar yang tersusun dari 168 segmen baja.

Dimensi dan bobot struktur tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan proyek. Pasalnya, gelagar terberat yang ditangani WIKAIKON mencapai 240 ton, sehingga membutuhkan perencanaan teknis serta peralatan khusus untuk proses pengangkutan dan pemasangannya.

Seluruh komponen struktur baja diproduksi di Pabrik Fabrikasi Baja WIKAIKON yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 65.000 ton baja per tahun.

Sebelum dikirim ke lokasi proyek, setiap komponen menjalani pemeriksaan mutu yang mencakup kesesuaian material, dimensi, sambungan, hingga bentuk struktur. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh komponen memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Direktur Utama WIKAIKON Tri Prabowo menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam proyek Tol Serang-Panimbang mencerminkan kemampuan WIKAIKON menangani pekerjaan struktur baja dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Dalam keterangannya pada Senin (2/11/2026), Tri menyampaikan bahwa perusahaan mengerjakan proyek tersebut secara terintegrasi, mulai dari fabrikasi, pengiriman, perakitan, hingga pemasangan struktur di lapangan.

Setelah proses fabrikasi rampung, komponen baja diangkut menuju lokasi pembangunan untuk dirakit menjadi struktur gelagar sebelum dilakukan pemasangan.

Pengangkutan gelagar menggunakan kendaraan khusus beroda banyak yang dirancang untuk memindahkan muatan berdimensi besar dan berbobot tinggi. Sementara itu, proses pengangkatan dan pemasangan struktur didukung penggunaan dua crane berkapasitas masing-masing 450 ton dan 500 ton.

Sebelum pengangkatan dilakukan, tim proyek terlebih dahulu memeriksa kesiapan struktur, kondisi peralatan angkat, jalur perpindahan, serta area kerja. Tahapan ini menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemasangan berlangsung aman dan sesuai dengan kebutuhan presisi konstruksi.

Dalam pelaksanaannya, WIKAIKON menerapkan sistem manajemen mutu, lingkungan, serta keselamatan dan kesehatan kerja yang mengacu pada sejumlah standar internasional, yakni:

  • ISO 9001, terkait sistem manajemen mutu.
  • ISO 14001, terkait sistem manajemen lingkungan.
  • ISO 45001, terkait sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Selain ketiga standar tersebut, perusahaan juga menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.

Tri menegaskan bahwa dukungan fasilitas produksi, kemampuan rekayasa teknik (engineering), serta kesiapan peralatan merupakan faktor penting dalam pelaksanaan pekerjaan struktur baja dengan karakteristik tersebut.

Pengerjaan struktur ini menjadi bagian dari pembangunan Tol Serang-Panimbang yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Provinsi Banten, khususnya menuju kawasan selatan.

Kehadiran jalan tol tersebut juga diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus meningkatkan aksesibilitas menuju kawasan industri serta sejumlah destinasi wisata di Banten Selatan.

Dengan demikian, pembangunan ruas Cileles-Panimbang tidak hanya berkaitan dengan penyediaan infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi di wilayah tersebut.

Back to top button