Pembangunan Sekolah Rakyat di 10 Lokasi Jawa Tengah Rampung, Siap Tampung 10.800 Siswa

Kementerian PU menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 10 kabupaten dan kota Jawa Tengah, dengan fasilitas asrama, ruang belajar, sarana olahraga, dan desain ventilasi alami.

News

Upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera terus dilakukan melalui pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.

Berbeda dari sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga dilengkapi asrama dan berbagai fasilitas penunjang untuk memenuhi kebutuhan siswa selama menempuh pendidikan.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyediaan infrastruktur Sekolah Rakyat permanen, termasuk di Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi terbaru pada Selasa (27/10/2026), Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis (Satker PPS) Jawa Tengah telah menyelesaikan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 10 lokasi dengan total kapasitas mencapai 10.800 siswa.

Adapun 10 lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota, meliputi:

  1. Kabupaten Brebes
  2. Kabupaten Cilacap
  3. Kabupaten Banyumas
  4. Kabupaten Wonosobo
  5. Kabupaten Sukoharjo
  6. Kabupaten Sragen
  7. Kabupaten Rembang
  8. Kabupaten Pati
  9. Kabupaten Jepara
  10. Kota Semarang

Dari seluruh lokasi tersebut, Sekolah Rakyat di Kabupaten Jepara menjadi yang terbesar di Jawa Tengah dengan luas kawasan mencapai 10 hektare.

Tim Teknis Sekolah Rakyat Semarang, Tito Hadi Nata, menjelaskan bahwa kawasan Sekolah Rakyat di Jepara memiliki fasilitas olahraga yang lebih lengkap dibandingkan lokasi lainnya.

Salah satu fasilitas unggulannya adalah lapangan sepak bola yang diklaim menggunakan standar FIFA, mulai dari kualitas rumput hingga perlengkapan gawang. Kawasan tersebut juga dilengkapi lintasan joging, sementara Sekolah Rakyat di lokasi lainnya hanya menyediakan lapangan mini soccer.

Selain kelengkapan fasilitas, desain bangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah juga memperhatikan kenyamanan ruang belajar melalui pemanfaatan pencahayaan dan sirkulasi udara alami.

Menurut Tito, bangunan sekolah dirancang dengan sistem ventilasi silang atau cross ventilation yang memungkinkan udara mengalir melalui ruangan tanpa bergantung pada penggunaan pendingin udara (AC).

Untuk mendukung sistem tersebut, bangunan menggunakan dinding roster sebagai jalur sirkulasi udara serta jendela kaca nako yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Dengan desain ini, penggunaan kipas angin dinilai cukup untuk membantu menjaga kenyamanan ruangan.

Sementara itu, penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat juga mencakup penyediaan infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Wonosobo untuk menunjang kebutuhan air bersih di lingkungan sekolah.

Secara keseluruhan, setiap kawasan Sekolah Rakyat dirancang untuk mengakomodasi kegiatan pendidikan sekaligus aktivitas keseharian siswa.

Fasilitas yang dibangun meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, kantin, dapur, serta hunian tenaga pendidik sesuai perencanaan masing-masing lokasi.

Kawasan pendidikan tersebut juga dilengkapi laboratorium, gedung serbaguna, sarana ibadah, lapangan olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya.

Di sisi lain, pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selama proses konstruksi berlangsung, proyek di 10 lokasi tersebut telah melibatkan sebanyak 10.428 tenaga kerja, termasuk pekerja lokal yang berasal dari wilayah sekitar pembangunan.

Keterlibatan masyarakat setempat menjadi bagian dari upaya pemerintah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan sejak tahap konstruksi, melalui pembukaan lapangan kerja serta meningkatnya aktivitas ekonomi di sekitar proyek.

Adapun secara nasional, Kementerian PU melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di 100 lokasi yang tersebar di 32 provinsi dengan total daya tampung mencapai 122.000 siswa.

Program pembangunan tersebut melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal. Selain membuka kesempatan kerja, aktivitas konstruksi turut menggerakkan sektor usaha melalui kebutuhan material bangunan, jasa transportasi, hingga penyediaan konsumsi bagi pekerja.

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang layak dan modern.

Menurutnya, kualitas infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama agar fasilitas yang dibangun mampu mendukung kegiatan pendidikan secara optimal.

Program Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Sejalan dengan semangat Pasal 34 UUD 1945, penyediaan fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta meningkatkan peluang mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik pada masa mendatang.

Back to top button