Hutama Karya Tinjau Proyek Jalan Trans Papua Mamberamo–Elelim

Peninjauan konstruksi pada 22–23 Oktober 2026 mencakup lima zona pekerjaan dan fasilitas penimbangan kendaraan untuk mengevaluasi mutu, keselamatan, serta kendala pelaksanaan proyek KPBU. Salin

News

Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pegunungan Papua memiliki tantangan tersendiri , terutama karena kondisi geografis yang didominasi kawasan pegunungan, perbukitan, dan hutan.

Kondisi tersebut menuntut perencanaan konstruksi yang matang, pengawasan ketat, serta penerapan standar keselamatan kerja untuk memastikan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Di tengah tantangan tersebut, pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena, khususnya Segmen Mamberamo–Elelim di Provinsi Papua Pegunungan terus menjadi perhatian mengingat proyek ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas transportasi antardaerah.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar yang ditetapkan, PT Hutama Karya (Persero) melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat sejauh mana perkembangan konstruksi proyek tersebut.

Adapun peninjauan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Management Walk Through (MWT) yang dipimpin Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan pada 22–23 Oktober 2026 sebagaimana informasi yang dikutip dari laman instagram Hutama Karya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan, Denny Firmansyah, bersama sejumlah jajaran manajemen Hutama Karya di antaranya EVP Divisi QHSSE Pulung Satyo Anggono, EVP Divisi Pengendalian Operasi Nyoman Endi Mahendra, serta Pelaksana Tugas Direktur PT Hutama Mambelim Trans Papua, Kun Hartawan Adi Satria.

Dalam kunjungan tersebut, Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan pekerjaan konstruksi secara menyeluruh mulai dari Zona 5 hingga Zona 1, termasuk pekerjaan fasilitas Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Selain memantau kondisi lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi untuk mengidentifikasi berbagai kendala operasional yang berpotensi memengaruhi kelancaran pelaksanaan proyek.

Pengawasan dan koordinasi ini difokuskan pada pemenuhan standar mutu konstruksi, penerapan budaya keselamatan kerja melalui program QHSSE Zero Accident serta perhatian terhadap kesejahteraan pekerja di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Hutama Karya dalam menjaga kualitas pembangunan sekaligus memastikan seluruh kegiatan konstruksi dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

Berdasarkan informasi Direktorat Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Keuangan, proyek ini tercatat memiliki nilai belanja modal atau capital expenditure sekitar Rp3,6 triliun dan berstatus dalam tahap konstruksi.

Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Lelang proyek ini dimenangkan oleh Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) dan PT Hutama Karya Infrastruktur pada Februari 2024.

Adapun lingkup pekerjaan proyek tersebut mencakup penanganan jalan dan jembatan eksisting sepanjang sekitar 50,14 kilometer, pembangunan jalan pada lokasi alih trase, penanganan lereng dan tebing, serta penyediaan fasilitas penimbangan kendaraan.

Dalam pelaksanaannya, proyek ini dijalankan menggunakan skema Design, Build, Finance, Operate, Maintain, and Transfer (DBFOMT), yang mencakup perencanaan, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, pemeliharaan, hingga penyerahan infrastruktur sesuai ketentuan kerja sama.

Untuk mendukung pelaksanaan proyek, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menerbitkan Manual Manajemen Proyek Nomor 01/M/BM/2026 pada 3 Maret 2026.

Dokumen tersebut menjadi pedoman pengelolaan proyek yang mencakup pelaksanaan konstruksi, manajemen risiko, serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan.

Sebagai informasi,Pembangunan Segmen Mamberamo–Elelim memiliki peran penting dalam pengembangan jaringan Jalan Trans Papua, khususnya pada koridor yang menghubungkan Jayapura dengan Wamena.

Jalur ini merupakan salah satu akses transportasi darat utama yang menghubungkan Kota Jayapura dengan sejumlah kabupaten di kawasan Pegunungan Tengah Papua.

Melalui peningkatan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan, proyek tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, meningkatkan keandalan akses transportasi, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas perekonomian antardaerah.

Dengan karakteristik wilayah yang menantang, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga pada konsistensi pengawasan, koordinasi antarpihak, dan penerapan standar konstruksi sepanjang pelaksanaan proyek.

Oleh karena itu, peninjauan yang dilakukan Hutama Karya ini menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim dapat menghasilkan infrastruktur jalan yang aman, berkualitas, dan mampu menunjang kebutuhan transportasi masyarakat Papua Pegunungan dalam jangka panjang.

Melalui pengawasan berkala dan koordinasi bersama Kementerian PU, Hutama Karya berupaya menjaga mutu serta keselamatan pelaksanaan pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim.

Penyelesaian proyek tersebut diharapkan dapat meningkatkan keandalan akses transportasi Jayapura–Wamena sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Papua Pegunungan.

Back to top button