Seksi 1 Tol Solo–Yogya-Kulon Progo Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Dua Seksi Masuk Persiapan

News

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jogjasolo Marga Makmur saat ini masih terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo yang membentang sepanjang 96,57 km.

Jalan tol ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang nantinya akan menghubungkan Ibukota Provinsi DI Yogyakarta dengan Kota Solo yang dianggap memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata adalah Joglosemar (Yogyakarta, Solo, Semarang).

Mengutip informasi dari laman resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Kulonprogo ditargetkan rampung secara keseluruhan pada tahun 2025 mendatang.

Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo terbagi dalam tiga seksi yang meliputi Seksi 1 Kartosuro – Purwomartani sepanjang 42,38 km,  Seksi II Purwomartani – Gamping sepanjang 23,43 km dan Seksi III Gamping – Purworejo sepanjang 30,77 km.

Saat ini Seksi 1 Kartosuro – Purwomartani dilaporkan telah memasuki tahap konstruksi yang dimana terbagi dalam dua paket yakni Paket 1 Solo – Klaten (22,30 km) dan Paket 2 Klaten – Purwomartani (20,08 km) dengan progres konstruksi telah mencapai 47,85% dan diharapkan dapat selesai pada akhir tahun ini.

Sementara untuk Seksi 2 Purwomartsani – Gamping dan Seksi 3 Gamping – Purworejo masih dalam tahap persiapan pekerjaan fisik dengan target selesai pada tahun 2025 mendatang.

Seksi 2 Purwomartani – Gamping diketahui terbagi dalam dua paket pekerjaan yaitu Paket 2.1 Purwomartani – Monjali (9,43 km) dan Paket 2.2 Monjali – Gamping (14 km).

Sama seperti Seksi 2, Seksi 3 Gamping – Purworejo juga terbagi dalam dua paket pekerjaan yaitu Paket 3.1 Gamping – Wates (17,45 Km) dan Paket 3.2 Wates – Purworejo (13,32 Km).

Pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo yang awalnya dilaksanakan per seksi (seksi 1, 2 dan 3) kini disesuaikan menjadi pentahapan (tahap I, II dan III).

Hal dilakukan dengan tujuan untuk menghindari penumpukan arus keluar masuk tol di area Purwomartani serta memudahkan arus keluar masuk Yogyakarta via Jalan Tol Yogyakarta – Bawen yang nantinya juga akan terhubung dengan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo.

Selama berlangsungnya pembangunan Jalan Tol, Pemerintah melalui Kementerian PUPR tetap memperhatikan serta peduli dengan keberadaan bangunan bersejarah maupun situs-situs cagar budaya dan purbakala yang ada di wilayah DI Yogyakarta.

Dan bahkan juga turut memperhatikan dan melestarikan yang ada disekitarnya khususnya garis imaginer yang berada di Yogyakarta (melintasi DI Yogyakarta dari Gunung Merapi – Parangkusumo).

Nantinya jalan tol yang tengah dibangun ini akan terhubung dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa melalui akses Colomadu (Kabupaten Karang Anyar) serta terhubung dengan tiga bandara di Solo, Semarang, dan Yogyakarta.

Kehadiran Jalan Tol Solo – Yogyakarta – YIA Kulon Progo diharapkan dapat menjadi akses pendukung menuju destinasi pariwisata nasional seperti Candi Prambanan dan memangkas waktu tempuh perjalanan masyarakat menuju ke Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo.

Jalan tol ini memiliki sembilan simpang susun (interchange) dan satu persimpangan (junction) Sleman. Adapun kesembilan Simpang Susun (SS) tersebut terdiri dari SS Kartosuro, SS Karanganom, SS Klaten, SS Prambanan dan Manisrenggo, SS Purwomartani, SS Gamping, SS Sentolo, SS Wates, dan SS YIA.

Back to top button
formbukudirekrorigapensi