Proyek Tol Serpong – Bogor via Parung Dikebut, Perencanaan Teknis Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Sebagai upaya memperkuat konektivitas kawasan penyangga Jakarta, Pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Serpong – Bogor via Parung yang diproyeksikan menjadi salah satu penghubung strategis antara wilayah Bogor dan Tangerang.
Pembangunan jalan tol ini dinilai mampu menghadirkan konektivitas yang lebih efisien bagi kawasan penyangga Jakarta sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri eksisting.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman instagram ssci.bogordepok, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan perencanaan teknis dengan perkembangan yang cukup signifikan mendekati progres 80%.
Meski demikian, Pemerintah menargetkan seluruh proses tahap perencanaan dapat dipercepat agar rampung pada tahun ini sehingga tahapan berikutnya proses pembangunan dapat segera berjalan sesuai jadwal.
Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung yang dirancang memiliki panjang sekitar 32,03 kilometer ini akan menjadi bagian dari jaringan Jakarta Outer Ring Road (JORR) III yang diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di sekitar Jakarta, khususnya antara Bogor, Tangerang, dan kawasan berkembang lainnya di Jabodetabek.

Dengan nilai investasi mencapai Rp12,351 triliun, proyek ini akan dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) tanpa dukungan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Skema pembiayaan KPBU tersebut menjadi salah satu strategi Pemerintah yang diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek sekaligus menjaga efisiensi pembiayaan infrastruktur.
Setelah rampung dan beroperasi, Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung nantinya diproyeksikan dapat memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bogor menuju Tangerang secara signifikan dari yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga berjam-jam kini menjadi hanya sekitar 45 menit.
Efisiensi mobilitas tersebut diyakini akan memberikan dampak besar terhadap aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat di kawasan penyangga ibu kota.
Selain mempercepat waktu tempuh, kehadiran jalan tol ini juga diyakini akan memperkuat jaringan transportasi regional dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan mengingat ruas tol tersebut akan terintegrasi dengan sejumlah jaringan jalan tol strategis lainnya seperti Tol Serpong–Balaraja (Sebaraja), Tol Depok–Antasari (Desari), serta Bogor Outer Ring Road (BORR).
Dalam pembangunannya, proyek ini akan digarap oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras yakni konsorsium yang terdiri atas PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra dengan masa konsesi proyek selama 40 tahun.
Adapun pembangunan jalan tol ini nantinya akan dibagi menjadi empat seksi diantaranya
- Seksi I Salabenda – Pondok Udik sepanjang 3,97 kilometer
- Seksi II Pondok Udik – Putat Nutug sepanjang 9,27 kilometer
- Seksi III Putat Nutug – Rumpin sepanjang 8,23 kilometer
- Seksi IV Rumpin – Serpong sepanjang 10,56 kilometer
Tak hanya itu, proyek ini juga mencakup pembangunan dua junction dan tiga simpang susun guna mendukung kelancaran arus lalu lintas di kawasan Bogor dan Tangerang.
Dody menegaskan bahwa pembangunan tol akan dilaksanakan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.
Dengan percepatan yang terus dilakukan, Jalan Tol Serpong–Bogor via Parung diharapkan dapat rampung tepat waktu dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam memperkuat konektivitas wilayah metropolitan serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.
Kemudian kehadirannya diproyeksikan dapat berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) melalui pengurangan biaya logistik, percepatan distribusi barang dan jasa, serta peningkatan produktivitas kawasan.














