Progres Tol Jogja–Solo Seksi Trihanggo – Junction Sleman Capai 87%, Target Rampung Agustus 2026

HeadlineNews

Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto menyampaikan perkembangan terkini dari pembangunan ruas Trihanggo–Junction Sleman yang dilaporkan menunjukkan kemajuan siginifikan dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026.

Agung menyebut progres konstruksi ruas tol tersebut sudah mencapai angka 87% dengan prioritas pekerjaan saat ini diarahkan pada penyelesaian jalur utama serta akses keluar dan masuk jalan tol (Ramp On dan Ramp Off) yang menjadi elemen penting dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus memperkuat konektivitas kawasan apabila ruas jalan tol mulai difungsikan.

Adapun akses keluar – masuk tersebut dibangun di kawasan timur Kronggahan dengan lokasi penempatan yang berbeda. Ramp On dibangun di sisi selatan Ring Road Utara, sedangkan Ramp Off dibangun di sisi utara Ring Road Utara.

Selain mengejar penyelesaian Ramp On dan Ramp Off, pengerjaan badan jalan di sisi luar Ring Road Utara juga terus dilakukan.

Meskipun sebagian besar pekerjaan konstruksi telah selesai, terdapat pekerjaan yang masih tersisa terutama berada pada tahap penyelesaian konstruksi rigid pavement dan pengaspalan di jalur utama. 

Dimana pada tahap tersebut, pekerjaan rigid pavement telah dilakukan hingga mencapai area perbatasan Jalan Tol Jogja–Bawen dan menyisakan sebagian kecil pekerjaan di kawasan bekas SD Negeri Nglarang.

Melihat kemajuan progres yang terus meningkat, PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi ruas Trihanggo–Junction Sleman dapat selesai dan tersambung dengan Jalan Tol Jogja–Bawen pada Agustus 2026.

Pasalnya, Penyelesaian ruas Trihanggo–Junction Sleman menjadi salah satu tahapan strategis dalam pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo. Begitu pun dengan tersambungnya ruas tol tersebut dengan Jogja–Bawen menjadi tonggak penting dalam penyelesaian jaringan jalan tol di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus memastikan ruas ini siap secara teknis apabila dioperasikan.

Untuk itu, Ia menyebut pihak kontraktor berkomitmen akan terus fokus menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai target agar ruas tersebut memenuhi persyaratan teknis dan kelaikan operasional.

Meski demikian, Agung menegaskan bahwa keputusan mengenai pembukaan ruas tersebut secara fungsional, termasuk kemungkinan dioperasikan pada periode libur akhir tahun, sepenuhnya berada di tangan operator jalan tol, yakni PT Jasa Marga.

Kehadiran akses keluar dan masuk tol di kawasan Sleman diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Back to top button