Proyek Pengendalian Banjir Pekalongan Ditargetkan Tuntas Akhir Tahun Ini

News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger di Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Pembangunan infrastruktur yang menelan total anggaran mencapai Rp1,13 triliun ini dilakukan lantaran wilayah pesisir Kota Pekalongan kerap menghadapi potensi banjir rob akibat pasang air laut Utara Jawa.

Penanganan banjir dan limpasan rob Kota Pekalongan menggunakan sistem polder dengan komponen yang meliputi pembangunan tanggul laut, bendung gerak, peningkatan tanggul, pembuatan kolam retensi, dan pemasangan rumah pompa.

Pembangunan pengendali banjir dan rob Sungai Loji dan Sungai Banger terbagi menjadi tiga paket kontraktual dengan target rampung pada akhir tahun 2023 mendatang.

Tiga paket tersebut meliputi paket I dengan pekerjaan mencakup pembangunan kolam retensi dan kolam tambat kapal, area pelimpah, rumah pompa, bendung gerak, parapet Sungai Loji, dan bangunan regulator gate.

Kemudian paket II dengan pekerjaan mencakup normalisasi Sungai Banger, pemasangan parapet Sungai Banger, pemasangan parapet dan normalisasi Sungai Mati, pekerjaan tanggul Pantai Slamaran, pekerjaan tanggul Pantai Degayu, pembangunan rumah pompa Seruni, pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Pabean, dan pekerjaan tanggul pantai rumah pompa Sengkarang-Silempeng.

Dan paket III dengan pekerjaan mencakup pekerjaan tanggul dan long storage Sibulanan (Zona 1,2,3 dan 4), pembangunan rumah pompa Sibulanan, pekerjaan long storage dan rumah pompa Susukan, long storage dan rumah pompa Clumprit, tanggul Sungai Loji, pekerjaan jalan trem Gabus-Susukan serta pekerjaan mekanikal dan elektrikal.

Pada paket I, pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya-Agung (KSO) dengan menggunakan dana APBN 2021-2023 senilai Rp 460,74 miliar. Adapun progres fisiknya hingga 11 Juni 2023 tercatat telah mencapai 57,4%.

Kemudian paket II, pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Brantas Abipraya-Maju (KSO) dengan nilai kontrak mencapai Rp 282,67 miliar. Adapun progres fisiknya saat ini telah mencapai sebesar 66,43%.

Dan terakhir paket III, pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-BRP-APTA (KSO) dengan menggunakan dana APBN 2021-2023 senilai Rp 393,64 miliar. Adapun progres konstruksinya saat ini sudah mencapai 79,13%.

Back to top button