Kementerian PU Percepat Pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet untuk Tekan Risiko Banjir Citarum Hilir

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan Bendungan Cijurey dan Bendungan Cibeet sebagai langkah strategis dalam mengendalikan banjir di wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya di Kabupaten Karawang dan Bekasi.
Upaya ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerugian akibat banjir yang dalam tujuh tahun terakhir mencapai Rp5,6 triliun, atau rata-rata sekitar Rp800 miliar per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi penyediaan solusi struktural jangka panjang guna mengurangi risiko banjir berulang di kawasan tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan penyelesaian kedua bendungan tersebut. Ia menilai, tanpa intervensi yang cepat, potensi banjir di Karawang dan Bekasi akan terus berulang. Pemerintah menargetkan proyek ini dapat diselesaikan pada periode 2027 hingga 2028.
Secara keseluruhan, keberadaan Bendungan Cijurey dan Cibeet diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 80 persen untuk periode ulang lima tahunan, serta menekan potensi kerugian ekonomi hingga Rp16 triliun dalam kurun waktu 25 tahun.
Bendungan Cijurey yang berlokasi di Kabupaten Bogor dirancang memiliki kapasitas tampung sekitar 14,37 juta meter kubik, dengan tinggi 78 meter dan panjang 614 meter.
Infrastruktur ini diperkirakan mampu mengurangi debit banjir hingga 172,94 meter kubik per detik atau sekitar 59,33 persen, dengan cakupan area terdampak seluas 72 hektare. Selain itu, bendungan ini juga akan mendukung layanan irigasi untuk lahan seluas 2.047 hektare di wilayah Kecamatan Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari.
Hingga 10 April 2026, progres fisik pembangunan Bendungan Cijurey telah mencapai 37,20 persen dengan realisasi keuangan sebesar 32,84 persen.
Sementara itu, Bendungan Cibeet dirancang sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir terintegrasi bersama Bendungan Cijurey dan Bendungan Cipamingkis. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung yang lebih besar, yakni sekitar 83,28 juta meter kubik, dengan potensi reduksi debit banjir mencapai 297,97 meter kubik per detik dan melindungi area seluas 5.822 hektare.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendungan Cibeet juga akan mendukung ketahanan air, energi, dan pangan melalui layanan irigasi Daerah Irigasi Tarum Barat seluas 7.800 hektare serta pengembangan irigasi baru sekitar 1.036,97 hektare di wilayah Jawa Barat.
Namun demikian, pembangunan Bendungan Cibeet masih menghadapi tantangan dalam pembebasan lahan. Hingga April 2026, realisasi pembebasan lahan baru mencapai sekitar 7,9 persen dari total kebutuhan 1.700,26 hektare.
Kementerian PU terus mendorong percepatan kedua proyek tersebut melalui penguatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi pelaksanaan konstruksi, serta percepatan proses pembebasan lahan.
Pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet diharapkan menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap melanda kawasan Karawang dan Bekasi, sekaligus mendukung ketahanan sumber daya air secara berkelanjutan.
















