Kementerian PU Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi, Progres Hampir 80 Persen

Pemerintah terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Timur 4 di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, yang saat ini dilaporkan masih terus dipercepat penyelesaiannya

Untuk memastikan progres pekerjaan konstruksi berjalan sesuai target, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan sekolah tersebut pada Senin (15/6/2026).
Dalam peninjauannya tersebut, Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mendekati angka 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026 agar siap digunakan untuk menyambut tahun ajaran baru pada Juli 2026 mendatang.
Dody menyebut proyek yang dibangun di atas lahan seluas 6,8 hektare ini menyisakan pekerjaan yang relatif sedikit yang dimana sebagian besar berada di area belakang kawasan sekolah, sehingga pemerintah optimis target penyelesaian dapat tercapai sesuai jadwal.
Selain memastikan percepatan konstruksi, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap aspek keamanan kawasan.
Mengingat lokasi sekolah berada di dekat aliran sungai, sejumlah langkah mitigasi telah diterapkan untuk mengantisipasi risiko banjir yang berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan di masa mendatang.
Salah satu langkah mitigasi yang dilakukan yaitu dengan memasang bronjong sebagai pengaman awal dan menambah dinding penahan air untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap bangunan sekolah maupun fasilitas pendukung lainnya, termasuk rumah susun guru.
Untuk mengejar target penyelesaian, pembangunan sekolah ini akan terus dipantau oleh jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Selain itu, Kementerian PU bersama penyedia jasa konstruksi juga menerapkan berbagai strategi percepatan.
Strategi percepatan tersebut meliputi penambahan jumlah tenaga kerja, percepatan pengiriman material utama, serta pelaksanaan pekerjaan secara paralel pada sektor arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), dan penataan kawasan.
Dalam kesempatan itu, Dody menekankan pentingnya peningkatan jumlah pekerja di lapangan.
Menurutnya, pada tahap konstruksi saat ini dibutuhkan sekitar 900 hingga 1.000 pekerja agar progres pembangunan dapat meningkat secara signifikan.
Dengan progres yang terus meningkat dan berbagai langkah percepatan yang dilakukan, Sekolah Rakyat Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu proyek percontohan dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Sebagai informasi, Pembangunan Sekolah Rakyat Banyuwangi dengan nilai kontrak sebesar Rp219,59 miliar ini dikerjakan oleh Nindya–Modern KSO di bawah koordinasi Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Timur.
Kompleks Sekolah Rakyat Banyuwangi dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.
Fasilitas tersebut mencakup gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, kantin, guest house, dapur, rumah pompa, rumah genset, lapangan basket, lapangan upacara, hingga lapangan sepak bola berstandar penuh.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Sekolah Rakyat Banyuwangi termasuk salah satu proyek sekolah rakyat yang tengah dibangun pemerintah dengan mengusungkan standar internasional sebagai wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Secara nasional, Kementerian PU saat ini tengah menyelesaikan pembangunan 93 Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk menghadirkan satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten secara bertahap hingga mencapai sekitar 500 sekolah pada 2029.
Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas belajar yang memadai, tetapi juga dukungan menyeluruh bagi peserta didik, mulai dari asrama, konsumsi, seragam, sepatu, hingga perangkat pembelajaran.
Pemerintah berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.














