Demi Proyek Kereta Cepat, Wika Beton Selesaikan Produksi “Slab Track” Lebih Cepat

News

Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Adi Priyanto Putro mengungkapkan perkembangan terbaru proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang kabarnya saat ini proses pengerjaan proyek telah mendekati 85 persen.

Adi optimis proyek ini dapat rampung pada tahun 2023, melihat kondisi pengerjaan track slab atau beton bantalan rel untuk KCJB yang telah berhasil dirampungkan lebih cepat oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON).

Rampungnya pembuatan bantalan rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini lebih cepat dari target yang ditentukan sebelumnya yaitu 31 Mei 2022. Meskipun diselesaikan lebih cepat, produksi dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas dan mutu produk.

Proyek ini ditangani oleh PT Wijaya Karya Beton (WIKA Beton) yang mendapat kepercayaan dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Seperti diketahui, WTON merupakan produsen beton pracetak terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang memiliki 14 pabrik dan 1 mobile plant yang tersebar di seluruh wilayaj Indonesia.

Sebagai informasi, Slab track merupakan bentuk konstruksi modern pengganti ballast yang berupa lempengan jalur beton bertulang yang kaku, dengan tetap memiliki fungsi dan manfaat yang sama seperti ballast.

Salah satu yang menjadi kelebihan slab track adalah perawatannya yang relatif mudah (low maintenance) serta lebih cocok untuk kereta dengan kecepatan tinggi lantaran memiliki struktur berkualitas tinggi yang dapat menjaga kenyamanan dan kestabilan kereta. Hal tersebut seimbang dengan dana yang dikeluarkan serta proses pengerjaannya membutuhkan tenaga khusus dan teknologi modern.

WIKA Beton berhasil merampungkan pembuatan 14.786 slab track. Jumlah ini merupakan 49 persen dari total slab track yang dibutuhkan sebanyak 30.177 slab track. Sementara, sisanya sebanyak 51 persen telah lebih dulu diselesaikan oleh perusahaan China, Sinohydro.

Tak hanya lebih cepat, WIKA Beton juga berhasil mengadaptasi teknologi produksi slab track asal Tiongkok dengan biaya yang lebih efisien.

Pasalnya, WIKA Beton mampu menyelesaikan produksi dengan melibatkan jumlah pekerja lokal yang lebih ramping yakni 283 orang.

Direktur Utama Wika Beton, Kuntjara mengatakan perusahaan telah bekerja maksimal untuk penyelesaian produksi slab track dan produk lainnya demi mendukung pelaksanaan pekerjaan Proyek KCJB. Selain itu, Kuntjara juga menjamin produk yang dihasilkan memiliki jaminan biaya, waktu dan mutu kualitas terbaik dengan tetap menjalankan sistem manajemen kesehatan & keselamatan kerja di lingkungan kerja.

Di dalam proyek KCJB ini, WIKA Beton tak hanya berpartisipasi dalam produksi slab track, tetapi juga pembangunan struktur lintasan berupa produksi bantalan jalan rel (BJR) atau railway sleepers.

Selain itu, Proyek lainnya yang ditangani adalah penyediaan Ready Mix Concrete melalui 4 (empat) batching plant yaitu: batching plant Halim, batching plant Karawang, batching plant Walini, dan batching plant Baros.

Back to top button