Capai Progress 68,49%, PUPR Apresiasi Metode Kerja Rapi Dalam Pembangunan Bendungan Temef di NTT

News

Minggu 2 Oktober 2022, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini tengah dibangun dan ditargetkan rampung pada tahun 2023 mendatang.

Saat ini, bendungan yang dibangun sejak tahun 2018 tersebut telah mencapai progres konstruksi sebesar 68,49 persen dan direncanakan akan mulai impounding pada Agustus 2023 mendatang.

Dalam tinjauannya tersebut, Menteri Basuki turut memberikan apresiasi kepada para kontraktor dan konsultan pengawas atas penerapan metode kerja di proyek Bendungan Temef yang dinilai bagus dan rapih.

Menteri Basuki mengungkapkan bahwa salah satu hasil kerja yang dinilai bagus adalah pengamanan lereng bendungan. Selain pengamanan lereng bendungan, penghijauan di lereng-lereng bendungan dengan menggunakan sprinkler juga turut mendapatkan pujian lantaran tidak hanya dinilai bagus tetapi juga bisa dijadikan contoh pada pembangunan bendungan lainnya.

Karena itu, Menteri Basuki berpesan untuk terus mempertahankan metode kerja yang rapih hingga tahap penyelesaian dengan tidak membiarkan tanah yang telah digali atau dikupas terbuka (langsung ditutup) dan menanam pepohonan buah-buahan dan bambu untuk mencegah terjadinya longsor

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Basuki juga menyampaikan pesan kepada generasi muda PUPR yang bertugas untuk memanfaatkan betul pengalaman di lapangan dalam meningkatkan kemampuan teknis.

Tak hanya itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah yang kala itu ikut mendampingi Menteri Basuki juga menyampaikan pesan kepada kontraktor dan konsultan di Bendungan Temef untuk tetap menjaga kinerjanya.

Bendungan dengan kapasitas tampung sebesar 45,78 juta meter kubik ini mampu mengairi daerah irigasi seluas 4.500 hektar (ha) serta mereduksi banjir sebesar 230 meter kubik per detik dan menyediakan air baku 0,13 meter kubik per detik.

Selain itu, Bendungan Temef juga berpontensi menjadi pembangkit listrik dengan kekuatan sebesar 1 megawatt (MW).

Sebagai Informasi, Bendungan Temef dibangun dengan total biaya sekitar Rp 2,7 triliun, yang dibagi menjadi empat paket pekerjaan, yakni paket 1 (satu) dikerjakan oleh PT Waskita Karya-PT Bahagia Bangun Nusa, KSO dan paket 4 dikerjakan oleh PT Waskita Karya-Bahagia-Guntur, KSO dengan lingkup pekerjaan yang meliputi pekerjaan bangunan pengelak, bendungan utama, hidromekanikal dan bangunan fasilitas.

Sementara untuk paket 2 (dua) dan paket 3 dikerjakan PT Nindya Karya-PT Bina Nusa Lestari, KSO dengan lingkup pekerjaan yang meliputi pekerjaan bangunan pelimpah dan jalan akses.

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki dalam peninjauan tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah, Inspektur Jenderal Kementerian PUPR T. Iskandar, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan, Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Airlangga Mardjono, dan Plt Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) NT II Feriyanto Pawenrusi.

Back to top button