Brantas Abipraya Kembangkan PLTS Terapung di Dua Bendungan

News

PT Brantas Abipraya (Persero) melalui anak usahanya PT Brantas Energi (BREN) menggandeng PT Wika Industri Energi (WINNER) mengembangkan potensi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di bendungan.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen PT Brantas Abipraya dalam menyokong masa depan energi hijau dan mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa terjalinnya sinergi ini bukan hanya sebagai upaya pembangkit listrik ramah lingkungan, namun juga untuk mendorong pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional pada tahun 2025 sebesar 23%.

“Semangat sinergi ini terjalin selain sebagai upaya pembangkit listrik ramah lingkungan, namun juga untuk mendorong pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional pada tahun 2025 sebesar 23%,” kata Direktur Utama PT Brantas Abipraya Sugeng Rochadi dalam keterangan resminya, Selasa 12 April 2022.

Sugeng Rochadi menyatakan BREN dan WINNER telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU terkait kerjasama pengembangan potensi PLTS Terapung di bendungan-bendungan Barang Milik Negara (BMN) pada 9 Februari lalu.

Dalam MoU tersebut, kedua perusahaan sepakat bekerja sama untuk melakukan kajian pengembangan potensi pemanfaatan PLTS di bendungan – bendungan yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pemanfaatan PLTS di bendungan ini tercantum dalam Peraturan Menteri PUPR No.6 tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2015 tentang bendungan.

Adapun dua bendungan yang menjadi target pengembangan PLTS Terapung yakni Bendungan Bintang Bano di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berpotensi menghasilkan energi listrik tenaga surya berkapasitas 12,0 MW.

Kemudian, Bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur, NTB, yang berpotensi menghasilkan listrik berkapasitas 15,0 MW.

Sebagai jasa penyedia tenaga kelistrikan yang telah berpengalaman dalam membangun infrastruktur kelistrikan di Indonesia, BREN hingga saat ini telah berhasil membangun dan mengoperasikan 1 unit pembangkit tenaga surya dan 3 unit pembangkit tenaga hydro dengan total kapasitas 21,0 MW.

Sugeng berharap pihaknya melalui BREN dapat terus memberikan peran penuh dalam mendukung program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk infrastruktur kelistrikan, sesuai dengan motto PT Brantas Energi yaitu ‘Eco Responsible’, yang selalu berlandaskan pelestarian lingkungan di setiap kegiatan.

Back to top button