Berbekal Pengalaman Selama 63 Tahun, WIKA Grup Siap Pertebal Proyek IKN

News

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara hingga saat ini terpantau masih terus berlanjut. Bahkan baru – baru ini terendus kabar bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemberian Perizinan Berusaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas Penanaman Modal Bagi Pelaku Usaha di Ibu Kota Nusantara.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi database peraturan BPK RI dalam PP Nomor 12 Tahun 2023, Peraturan tersebut diterbitkan dengan tujuan untuk memberikan kepastian, kesempatan, dan partisipasi yang lebih besar kepada pelaku usaha dalam rangka mempercepat pembangunan IKN, sehingga dapat menjadi pusat pertumbuhan baru serta meratakan pembangunan dan membantu menggerakkan ekonomi Indonesia.

Salah satu pelaku usaha yang turut serta dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur adalah PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

BUMN konstruksi terkemuka di Indonesia ini menjadi salah satu pelaku usaha di sektor konstruksi yang turut serta membangun sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota Nusantara.

Salah satu proyek garapannya yang telah dilaksanakan dan berdiri kokoh di IKN adalah rumah susun (Rusun) hunian pekerja konstruksi IKN yang terakhir dikabarkan telah dihuni oleh sekitar 500 lebih tenaga kerja.

Hunian yang dibangun di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) tersebut terdiri dari 22 bangunan tower (menara) yang masing-masingnya setinggi 4 lantai dengan total kapasitas mencapai 16.000-an orang yang terdiri dari tenaga ahli dan tenaga terampil.

Selain proyek Hunian Pekerja Konstruksi IKN, Wijaya Karya juga mengerjakan sejumlah proyek IKN lainnya yang nilai kontraknya secara keseluruhan terhitung mencapai hampir Rp 4 triliun.

Melansir dari laman lpse.pu.go.id, berikut ini adalah beberapa proyek IKN yang dikerjakan oleh WIJAYA KARYA.

1. Proyek Pembangunan Jalan Sumbu Kebangsaan Sisi Timur di KIPP dengan nilai kontrak sebesar Rp. 817.520.545.634,00 (miliar) yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

2. Proyek Pembangunan Bangunan Gedung dan Kawasan Kantor Kementerian Koordinator 1 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 745.736.000.000,00 (miliar) yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk.

3. Proyek Pembangunan Jalan Tol IKN Segmen KKT Kariangau – Sp. Tempadung dengan nilai kontrak sebesar Rp. 1.908.516.031.896,30 (triliun) yang dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk.

4. Proyek Pembangunan Hunian Rusun Pekerja Konstruksi di IKN dengan nilai kontrak sebesar Rp 567 miliar yang dikerjakan oleh KSO (Kerja Sama Operasi) yaitu PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Dengan demikian apabila ditotal keempat proyek tersebut, maka total nilai kontrak yang dimenangkan WIKA hampir senilai Rp 4 triliun.

Sebagai informasi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau biasa disingkat WIKA ini merupakan sebuah perusahaan konstruksi milik negara yang didirikan pada 11 Maret  1960 silam.

Menjadi salah satu yang menggarap sejumlah proyek di IKN dari konstruksi bangunan hingga jalan, WIKA tercatat telah memiliki pengalaman dalam mengerjakan berbagai proyek hingga kini di usianya yang menginjak ke – 63 tahun.

WIKA mengawali kegiatan usahanya yang mencakup pekerjaan instalasi listrik dan pipa air. Dan di tahun 1970-an, WIKA pun beralih menjadi perusahaan kontraktor sipil dan bangunan.

Hingga kini, WIKA memiliki sejumlah kegiatan usaha yang berfokus pada 5 lini bisinis. 5 lini bisnis tersebut adalah Investasi, Realty & Properti, Infrastruktur & Gedung, Proyek Energi & Pabrik Industri, serta Industri.

Adapun rincian dari kelima lini bisnis tersebut yang dilansir dari laman resmi WIKA yaitu :

1. Investasi yang meliputi, Energi (Energi Terbarukan), Infrastruktur, dan Prasarana Air;

2. Realti & Properti yang meliputi Pengembangan Real Estat & Properti dan Manajemen Properti.

3. Prasarana dan Bangunan yang terdiri dari konstruksi sipil, konstruksi bangunan, dan konstruksi baja.

4. Energi & Industri, termasuk EPCC dan Energi Listrik, serta Proyek Energi Terbarukan.

5. Industri, yang meliputi produksi Beton Pracetak, Industri Konstruksi, Kendaraan Bermotor Listrik, dan Produksi Aspal.

Selain itu, WIKA juga memiliki beberapa anak perusahaan yang dimana hingga saat ini tercatat ada 8 anak usahanya yang tersebar di berbagai bidang.

1. PT Wijaya Karya Beton Tbk

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang beton pracetak. Saat ini WIKA BETON merupakan produsen beton pracetak terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Memiliki 14 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia, WIKA BETON juga memiliki anak usaha yakni PT Wijaya Karya Komponen Beton, PT Wijaya Karya Krakatau Beton, PT Wijaya Karya Pracetak Gedung dan PT Wijaya Karya Citra Lautan Teduh.

2. PT Wijaya Karya Realty

PT Wijaya Karya Realty merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang realty dan properti. Adapun fokus bisnis perusahaan mencakup layanan konsultasi, perencanaan, layanan konstruksi dan pembukaan lahan.

3. PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi

PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang Fabrikasi Baja dan Industri Pressing, Plastic dan Casting (PPC).

WIKON memilik Anak Usaha bernama PT Wijaya Karya Industri Manufaktur (WIMA) yang bergerak di bidang industri manufaktur produk motor listrik (GESITS).

4. PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi

PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang jasa rekayasa konstruksi serta pengoperasian dan pemeliharaan di bidang energi dan industrial plant. Awalnya perusahaan ini adalah PT Catur Insan Pertiwi yang kemudian diakuisisi oleh WIKA pada 18 November 2008.

5. PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang jasa konstruksi gedung, properti dan investasi properti.

Dalam bisnisnya, WEGE berfokus pada pembangunan bangunan pribadi, kantor, apartemen, kondominium hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas pendidikan, dan bangunan komersial lainnya.

6. PT Wijaya Karya Bitumen

PT Wijaya Karya Bitumen merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang pengolahan aspal yakni Aspal Buton (asbuton).

7. PT Wijaya Karya Serang Panimbang

PT Wijaya Karya Serang Panimbang merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya Tbk yang bergerak di bidang usaha jalan tol.

Wijaya Karya Serang Panimbang merupakan Pengusaha Jalan Tol Serang – Panimbang yang menghubungkan Kota Serang – Rangkas Bitung – Bojong – Panimbang di Provinsi Banten sepanjang 83,67 km.

Perusahaan ini didirikan atas perjanjian kerjasama antara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP), dan PT Jababeka Infrastruktur untuk membentuk perusahaan pengelola jalan tol Serang – Panimbang di Provinsi Banten. Porsi kepemilikan saham WIKA sendiri adalah sebesar 91,21%.

8. PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur

PT WIKA Tirta Jaya Jatiluhur merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) untuk Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I yang didirikan pada tanggal 15 Januari 2021.

Kerja sama tersebut berupa konsorsium yang terdiri dari PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk 80%, PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk 17,44% dan PT. Tirta Gemah Ripah 2,56%.

Dengan sejumlah bidang usaha serta anak perusahaannya, WIKA tercatat telah banyak membangun infrastruktur-infrastruktur utama di dalam negeri seperti antara lain Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, Jalan Tol Serang-Panimbang, Simpang Susun Semanggi, Jembatan Suramadu, Bendungan Jatigede, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Kereta Cepat pertama di Indonesia juga Asia Tenggara.

Tahun 2022 lalu, WIKA tercatat telah membangun Jalan Tol dengan total panjang mencapai 631,7 km atau sekitar 27,4% dari total 2.304 km Jalan Tol yang telah terbangun di Indonesia.

Kemudian di sektor infrastruktur sumber daya air, WIKA juga telah membangun sebanyak 40 bendungan atau sekitar 17,1% dari total 234 bendungan yang telah dibangun di Indonesia. Serta membangun pembangkit listrik hingga 14.750,9 MW atau 20,8% dari total 70.964 MW yang terbangun di Indonesia.

Tak hanya berkarya di dalam negeri, WIKA pun juga menggarap proyek di luar negeri seperti pengerjaan Istana Kepresidenan Republik Niger, proyek Jembatan Limbang (Penghubung Malaysia – Brunei), Yangon Circular Railway Upgrading dan Yangon Mandalay Railway di Myanmar, serta menggarap sejumlah proyek bandara, ruas jembatan, dan dermaga di Timor Leste sejak 2012, dan yang lainnya.

Berbagai pengalaman yang berhasil dicapainya tersebut menjadi bukti bahwa WIKA terus tumbuh berkembang dan semakin mantap dalam pembangunan infrastruktur baik berskala nasional maupun internasional.

Dengan berbekal berbagai pengalaman dan keahlian di usianya yang meninjak ke-63 tahun ini, WIKA diharapkan dapat terus tumbuh menjadi kontraktor nomor 1 di Indonesia serta dapat terus bersaing menjadi yang terkemuka di luar negeri.

Back to top button
formbukudirekrorigapensi