LRT Velodrome – Manggarai Segera Diresmikan, Menilik Kembali Jembatan Lengkung Karya Arvila Delitriana

Menjelang usia 500 tahun, Jakarta terus menambah wajah baru melalui pembangunan dan pengembangan transportasi publik. Jakarta memiliki tujuan untuk masuk ke 20 kota global teratas. Untuk mencapai hal tersebut, Jakarta terus berbenah dan berkomitmen terhadap inovasi jangka panjang, konektivitas global, dan pertumbuhan kota yang inklusif, serta menempatkan Jakarta sebagai kekuatan utama dalam membentuk wajah kota-kota masa depan.
Menjadi kota global tak hanya soal gedung-gedung tinggi, tetapi juga bagaimana sebuah kota menggerakkan warganya. Jakarta terus membangun konektivitas transportasi publik, salah satunya dengan perpanjangan rute LRT Jakarta.
LRT Fase 1B Velodrome–Manggarai yang kini memasuki tahap akhir. Progres pembangunan telah mencapai 97,99 persen. Sejumlah pekerjaan akhir yang saat ini masih berlangsung, antara lain pengembalian kondisi lokasi kerja atau reinstatement serta penyelesaian penyambungan rel di area Double-Double Track (DDT).
Sebelumnya, LRT Fase 1B mengalami beberapa kesulitan dalam pembangunannya. Salah satunya adalah pembangunan perlintasan Tol Wiyoto Wiyono dan pemasangan Steel Box Gilder.
Tantangan tersebut teratasi dengan penggunaan metode balanced cantilever dengan bentang atau span sepanjang 120 meter, dipasang tanpa mengganggu aktivitas Tol Wiyoto Wiyono. Lokasi pemasangan girder berada di atas area kereta aktif dan lalu lintas kendaraan yang selalu ramai dapat ditatasi dengan pemasangan girder double-double track Manggarai dengan window time kurang dari tiga jam, dikerjakan tanpa mengganggu operasional KRL.
Proyek LRT fase 1B Velodrome – Manggarai ditargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dapat rampung pada Agustus 2026, sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. LRT 1B merupakan terusan dari LRT Fase 1A Pegangsaan Dua-Velodrome. LRT Jakarta direncanakan berlanjut hingga Dukuh Atas.
LRT Jakarta dibangun melewati titik-titik padat lalu linta, kawasan Manggai – Dukuh Atas merupakan area perkantoran yang ramai akan pekerja. Dengan adanya LRT Jakarta ini, diharapkan masyarakat dapat beralih ke transportasi publik yang lebih ramah di kantong dan pastinya tidak menambah kemacetan Ibu Kota Negara.
Sebelum kesuksesan LRT Jakarta, LRT Jabodebek lebih dulu beroperasi untuk menunjang mobilitas para pekerja di wilayah Jabodebek. LRT Jabodetabek juga sempat menghadapi beberapa tantangan dalam pembangunannya.
Jalur LRT yang dibangun di atas flyover Tol Dalam Kota yang berada di ruas Kuningan serta area pembangunan yang sempit merupakan tantangan yang dihadapi, namun tantangan itu dijawab dengan desain solid karya anak bangsa.

Jembatan lengkung LRT Jabodebek dirancang oleh Arvila Delitriana yang kerap disapa Dina. Namanya pertama kali muncul pada tahun 2019 lalu. Dikenal publik saat desain jembatan lengkungnya (longspan) dipuji oleh Presiden ke-7, Joko Widodo. Desain jembatan lengkung bentang panjang milik Dina digunakan dalam pembangunan LRT di kawasan Kuningan.
Dikutip pada Selasa (11/08/2026) melalui laman alumni.itb.ac.id, jembatan lengkung sepanjang 148 meter dengan radius lengkung 115 meter dibangun menggunakan material beton seberat 9.688,8 ton. Jembatan lengkung dirancang menggunakan tipe box girder beton. Tipe beton ini terdiri dari balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Box girder biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, struktural atau komposit baja dan beton bertulang. Sementara metode yang digunakan adalah concentrate box girder cantilever.
Dalam prosesnya, banyak yang meragukan Dina, bahkan insinyur-insinyur luar negeri. Namun, ia mampu membuktikan bahwa jembatan lengkung panjang yang ia kerjakan dapat berdiri kokoh tanpa penyangga.
| Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, memiliki sepak terjang panjang di bidang perancangan serta pembangunan infrastruktur. Selain jembatan lengkung LRT ini, Dina juga merancang Jembatan Kereta Api Cirebon-Kriya, Jembatan Kali Kuto Semarang, dan Jembatan Pedamaran 1 dan 2 di Provinsi Riau serta Jembatan Layang khusus Busway ruas Adam Malik di Jakarta. Karya Jembatan Lengkung Dina diyakini sebagai jembatan lengkung terpanjang di dunia dan karya-karyanya membuat iya dijuluki sebagai “Ibu Jembatan Indonesia” |
Atas karyanya, ia meraih 2 penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, yaitu sebagai jembatan kereta box beton lengkung dengan bentang terpanjang dan sebagai jembatan dengan pembebanan axial static loading test terbesar.
Penggunaan desain dan teknologi pada pembangunan LRT terus berkembang, bergantung pada lokasi dan kebutuhan proyek. Seiring dengan kebutuhan konektivitas transportasi publik yang semakin besar.
Jauh sebelum LRT Jabodebek dan LRT Jakarta beroperasi, LRT Palembang lebih dulu beroperasi melayani masyarakat Sumatera Selatan. Sebagai LRT pertama yang beroperasi di Indonesia, LRT Sumatera Selatan telah sewindu beroperasi. Pertama kali beroperasi pada tahun 2018 bertepatan dengan perhelatan Asian Games 2018 di kota Palembang.

Kehadiran LRT Sumsel ini memberikan pengalaman baru dalam bertransportasi bagi masyarakat. Memiliki 13 stasiun yang melayani mulai dari area Bandara Internasional Mahmud Badaruddin II, melewati pusat kota, hingga pemberhentian terakhir di kawasan DJKA. Adanya LRT membuat masyarakat Sumatera Selatan memiliki lebih banyak pilihan dalam bepergian.
Hadirnya LRT di Indonesia, terkhusus di Jakarta, menandakan perkembangan transportasi publik sebagai penunjang mobilitas masyarakat, namun menjadi bagian dari wajah baru yang mempercantik serta menghadirkan konektivitas. LRT memperlihatkan bagaimana infrastruktur dapat memadukan fungsi, teknologi, dan estetika. Salah satunya melalui karya Arvila Delitriana yang turut memberi karakter pada perjalanan LRT Jakarta.

















