Konstruksi Dikebut, Tol Palembang – Betung Ditargetkan Beroperasi Penuh Kuartal I/2027

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung di Sumatera Selatan.
Ruas tol sepanjang 69,19 kilometer tersebut ditargetkan fungsional pada periode Nataru 2026-2027 dan beroperasi penuh pada kuartal I/2027, seiring dengan penyelesaian sejumlah pekerjaan konstruksi, termasuk infrastruktur Jembatan Musi V.
Pembangunan tol ini dibagi menjadi tiga tahap mencakup Seksi 1 dan Seksi 2 yang ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026, dan Seksi 3 yang dijadwalkan rampung pada kuartal I/2027. BPJT juga mengupayakan agar ruas tersebut dapat difungsionalkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.
Sebagai bagian penting dari proyek tersebut, penyelesaian Jembatan Musi V menjadi salah satu fokus percepatan. Infrastruktur ini berperan dalam mendukung konektivitas Jalan Tol Palembang-Betung sekaligus memperkuat jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Provinsi Sumatera Selatan.
Selain pembangunan fisik, BPJT juga menyiapkan sistem pemantauan kesehatan struktur jembatan melalui Structural Health Monitoring System (SHMS) yang dilengkapi 100 sensor. Sistem ini akan digunakan untuk memantau kondisi kesehatan struktur jembatan secara berkelanjutan.
Kemudian secara desain, Jalan Tol Palembang-Betung dibangun dengan konfigurasi awal dua lajur untuk setiap arah atau 2×2 lajur. Konfigurasi ini direncanakan akan meningkat menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir.
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono menjelaskan bahwa pembangunan Tol Palembang-Betung merupakan bagian dari rencana besar penguatan konektivitas JTTS.
Proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun, yang mencakup biaya konstruksi Rp13,90 triliun dan pembebasan lahan sekitar Rp390 miliar, dengan masa konsesi selama 50 tahun.
Pengembangan jaringan tersebut diharapkan membuka peluang penyambungan jalan tol hingga Jambi dan wilayah Sumatera lainnya.
Namun dibalik pembangunannya, Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya Sugeng Rochadi mengungkapkan bahwa penyelesaian proyek masih menghadapi tantangan, terutama terkait pembebasan lahan di sejumlah titik yang berkaitan dengan akses masyarakat.
Kemudian meski struktur utama Jembatan Musi V telah rampung, masih terdapat tujuh jembatan kecil yang perlu diselesaikan. Pekerjaan tersebut harus berjalan beriringan dengan penuntasan akses jalan lama menuju permukiman warga agar kebutuhan mobilitas masyarakat tetap diperhatikan.
Oleh karena itu, BPJT bersama PT Hutama Karya, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan koordinasi untuk menuntaskan pekerjaan yang tersisa dengan tetap memenuhi standar keselamatan, mutu konstruksi, serta kebutuhan akses masyarakat.
Setelah rampung, Tol Palembang-Betung diharapkan dapat memperkuat konektivitas Sumatera Selatan, mendukung kelancaran mobilitas dan logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah yang terhubung dengan jaringan JTTS.















