HUT Jakarta ke – 499, Waskita Ungkap Jejak Karya Infrastrukturnya yang Membentuk Wajah Ibu Kota

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menegaskan kembali perannya dalam perjalanan pembangunan Ibu Kota.
Selama lebih dari lima dekade, BUMN Konstruksi tersebut telah terlibat dalam pembangunan berbagai infrastruktur strategis yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, mulai dari sarana transportasi, gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, hingga ruang publik modern.
Jakarta, yang terus berkembang sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan ekonomi nasional, dinilai membutuhkan dukungan infrastruktur yang mampu menjawab tantangan mobilitas, produktivitas, dan keberlanjutan.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyampaikan bahwa perusahaan merasa terhormat dapat menjadi bagian dari transformasi kota yang terus bergerak menuju status sebagai kota global tersebut.
Menurut Ermy, Jakarta tidak hanya berperan sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan bisnis, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, Waskita berkomitmen menghadirkan berbagai karya infrastruktur yang mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat daya saing kota.
Salah satu proyek yang saat ini tengah diselesaikan adalah LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai senilai Rp4,1 triliun milik PT Jakarta Propertindo (Perseroda).
Proyek ini dirancang untuk menghubungkan Jakarta Timur dan Jakarta Pusat sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di Stasiun Manggarai yang merupakan salah satu simpul transportasi terbesar di Indonesia.
Kehadiran proyek tersebut diharapkan dapat mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik, mengurangi tingkat kemacetan, meningkatkan produktivitas, serta mendukung upaya penurunan emisi karbon di kawasan metropolitan Jakarta.
Waskita menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi menghadirkan konektivitas fisik, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Jejak pembangunan Waskita di Jakarta telah dimulai sejak 1973. Dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun, hingga saat ini berbagai proyek yang dikerjakan perusahaan telah menjadi bagian penting dari wajah dan dinamika Ibu Kota.
Di sektor transportasi publik, salah satu karya yang menonjol adalah Halte Transjakarta Tosari di kawasan Bundaran HI. Dengan desain arsitektur yang menyerupai kapal pesiar, halte tersebut tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas transportasi modern, tetapi juga berkembang menjadi ruang publik yang diminati warga untuk menikmati panorama pusat kota.
Selain Halte Tosari, Waskita juga terlibat dalam revitalisasi sejumlah halte strategis seperti Dukuh Atas 1 dan Cikoko yang terintegrasi dengan jaringan LRT Jabodebek.

Revitalisasi tersebut menghadirkan fasilitas yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas, area komersial, serta ruang publik yang lebih nyaman guna mendukung sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontribusi perusahaan dalam meningkatkan konektivitas Jakarta juga tercermin melalui pembangunan Stasiun BNI City yang kini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Tidak hanya di sektor transportasi, Waskita turut membangun sejumlah bangunan ikonik yang membentuk cakrawala Jakarta. Di antaranya adalah Wisma BNI 46 yang menjulang setinggi 262 meter dan hingga kini masih menjadi salah satu gedung paling dikenal di Indonesia.

Kemudian Waskita Karya juga membangun Plaza Mandiri yang saat ini bertransformasi menjadi Wisma Danantara Indonesia, kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).
Perusahaan menyatakan kebanggaannya karena berbagai infrastruktur yang telah dibangun tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga terus dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, dan berbagai agenda strategis nasional.
Kontribusi tersebut juga terlihat melalui pembangunan sejumlah fasilitas di Kompleks Bank Indonesia, termasuk menara perkantoran dan sarana pendukung yang masih berfungsi hingga saat ini.
Selain itu, Waskita turut mengerjakan berbagai proyek publik lainnya seperti Senayan City, Kota Kasablanka, Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal, Terowongan Silaturahmi, hotel, rumah ibadah, hingga pusat perbelanjaan.
Di sektor kesehatan, perusahaan mengambil bagian dalam pembangunan dan pengembangan sejumlah rumah sakit strategis, antara lain RSUP Fatmawati, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSUD Pasar Minggu, serta RS Darurat Covid-19 Kemayoran yang berperan penting selama masa pandemi.
Saat ini, Waskita juga tengah menyelesaikan pembangunan Kantor Kedutaan Besar India di Jakarta Selatan. Proyek tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat diplomasi dan kerja sama internasional.
Memasuki usia kota Jakarta yang hampir menyentuh 500 tahun, Waskita menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi membangun kota Jakarta melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas, produktivitas, dan keberlanjutan kota sejalan dengan transformasi Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi dan global di Indonesia.
















