Progres Pembangunan Bendungan Way Apu Capai 86,91 Persen, Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Maluku

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku.

Proyek strategis nasional tersebut kini dilaporkan telah memasuki tahap akhir konstruksi dengan progres fisik mencapai 86,91 persen dan diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air terpenting di kawasan Indonesia Timur.

Pembangunan Bendungan Way Apu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan infrastruktur pengairan yang andal dan berkelanjutan.

Pembangunan bendungan ini diharapkan mampu mendukung produktivitas sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur sumber daya air memiliki peran vital dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional.

Menurutnya, bendungan ini tidak hanya bangunan fisik yang berfungsi sebagai sarana penampungan air, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan air yang terintegrasi untuk menjamin ketersediaan pasokan bagi lahan pertanian secara berkelanjutan.

Dody menjelaskan bahwa keberadaan Bendungan Way Apu akan menjadi tulang punggung sistem irigasi yang melayani ribuan hektare lahan pertanian, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung pengembangan sektor agraria di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Kementerian PU, bendungan yang dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku tersebut dirancang memiliki kapasitas tampung sebesar 50,05 juta meter kubik.

Dengan kapasitas tersebut, Bendungan ini akan melayani daerah irigasi seluas 10.562 hektare, sehingga menjadikannya salah satu proyek sumber daya air terbesar di kawasan timur Indonesia.

Saat ini, pekerjaan konstruksi difokuskan pada penyelesaian sejumlah tahapan lanjutan agar bendungan dapat segera memasuki fase operasional dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Selain mendukung kebutuhan irigasi, Bendungan Way Apu juga dirancang untuk menyediakan pasokan air baku sebesar 0,550 meter kubik per detik yang nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi di Kabupaten Buru.

Fungsi strategis bendungan ini tidak hanya terbatas pada sektor pertanian dan penyediaan air. Dari sisi mitigasi bencana, Bendungan Way Apu diproyeksikan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah hilir dengan mereduksi debit banjir hingga 394 meter kubik per detik.

Pemerintah juga menyiapkan kawasan sekitar bendungan sebagai ruang pengembangan ekonomi baru.

Area pelataran bendungan direncanakan menjadi destinasi wisata berbasis lanskap alam yang dilengkapi fasilitas gardu pandang dan sarana pendukung lainnya, sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Dengan beragam fungsi tersebut, bendungan ini dinilai akan memberikan manfaat ekonomi lebih luas yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Provinsi Maluku terhadap pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Back to top button